Mahasiswa, suka memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele. Tertarik dengan puisi prosa dan esai puitis.
Pernah nggak, kamu lagi kesel sama charger yang mendadak mati, lalu hampir membantingnya ke kasur, tapi urung karena kasihan? Kalau iya, mungkin kamu korban halus kartun Fixies. Atau setidaknya, kamu punya bakat jadi karakter di dalamnya.
Fixies itu kartun anak-anak asal Rusia yang pertama muncul tahun 2010 sebagai selingan di acara anak-anak Spokoynoy Nochi, Malyshi. Idenya sederhana tapi nyentrik: makhluk-makhluk mungil yang hanya terlihat oleh anak-anak, kerjaannya memperbaiki alat elektronik dan perangkat rusak. Jadi kalau kulkasmu tiba-tiba adem lagi atau setrikamu mendadak hidup, bisa jadi bukan karena teknisi, tapi karena ada keluarga kecil yang lembur tanpa digaji dan tanpa asuransi.

Soal bentuk, para Fixies punya trik yang cukup cerdik. Sang direktur artistik mengusulkan agar mereka bisa berubah menjadi sekrup kecil untuk bersembunyi dari manusia, sehingga bentuk karakternya dibuat mirip sekrup. Jadi kalau ada sekrup tergeletak di lantai dan kamu menginjaknya, ya semoga itu cuma sekrup biasa.
Ceritanya sendiri mengikuti anak kecil bernama Tom Thomas yang berteman dengan Simka dan Nolik, anak-anak dari keluarga Fixie yang diam-diam tinggal di apartemennya. Tiap episode biasanya diawali ada barang rusak, lalu para Fixies turun tangan sambil menjelaskan cara kerjanya. Anak-anak dapat tontonan, orang tua dapat bonus pengetahuan tentang kenapa kipas angin harus dibersihkan. Win-win, kecuali buat dompet kalau akhirnya anakmu minta dibelikan mainannya.
Soal popularitas, jangan remehkan. Sang produser menyebut serial ini sudah terjual ke lebih dari 150 negara, dan sebuah media Rumania melaporkan totalnya sudah mencatat sekitar 15 miliar views di seluruh dunia. Kartun tentang sekrup hidup ternyata sanggup menaklukkan dunia. Ini bukti bahwa anak-anak mungkin lebih mudah jatuh cinta pada obeng ketimbang pada sinetron.
Tapi di balik semua kelucuannya, ada pesan yang lumayan dalam. Menurut sang produser, ceritanya memberi sentuhan manusiawi dan humor pada dunia yang sering terasa dingin dan serba teknologi. Barang elektronik bukan sekadar benda mati yang dipakai lalu dibuang, tapi sesuatu yang perlu dirawat dan dipakai dengan hati-hati.
Jadi, lain kali remote TV-mu macet, jangan langsung digebuk. Siapa tahu di dalamnya ada yang sedang berusaha membetulkan, dan dia lagi nggak mood diganggu.