Video

Kisah Nyata di Balik Film The Bang Bang Club

22 April 2026   04:18 Diperbarui: 22 April 2026   04:18 76 1 0

Film yang sangat mengesankan bagi saya karena didalamnya terdapat beberapa scene yang menarik dan terlihat sangat realistis karena memang film ini diambil dari kisah nyata.Alurnya tidak terlalu cepat, tapi masih mudah dipahami. Film ini bercerita tentang empat fotografrer yang meliput perang di Afrika Selatan. Mereka adalah Kevin Carter, Greg Marinovich, Ken Oosterbroek, dan Joao Silva. Keempat fotografer tersebut meliput situasi di tengah kekacauan apartheid era 1990-an di Afrika Selatan, di mana mereka bisa dibilang sangat nekat menyelami zona perang untuk mendokumentasikan kekerasan suku Zulu Inkatha dan pendukung ANC.

Ada beberapa scene yang menarik, misalnya saat sekelompok orang melakukan ritual sebelum berperang. Ritualnya cukup menarik menurut saya karena setiap orang yang mau perang harus antre untuk diciprati air ke seluruh badan, ya walaupun akhirnya beberapa pada tewas tertembak. Selain itu, mereka juga pada menari sebelum perang sambil bernyanyi. Entah apa yang dinyanyikan tetapi membuat suasana tidak terlalu tegang sekali. 

Ritual salah satu kelompok dalam film the bang bang club
Ritual salah satu kelompok dalam film the bang bang club

hasil foto ikonik dari Kevin Carter 
hasil foto ikonik dari Kevin Carter 

Lalu ada juga adegan ketika Kevin berhasil mengabadikan foto anak Sudan yang kelaparan gambar ikonik yang memenangkan Pulitzer tapi menghantuinya seumur hidup. Dari situ muncul masalah, karena dia hanya memotret dan tidak langsung menolong. Ini yang bikin beberapa orang bertanya-tanya kenapa kamu tidak membantunya kevin? Disini Kevin ini depresi berat karena kepikiran terus. Tak sampai disitu saat wawancara pun Kevin terlihat linglung kebingungan, benar-benar membuat dia ingin vakum dan menyendiri untung saja fase itu bisa dilewati dengan dukungan teman sekitarnya.

momen saat Greg berlari setelah membeli minuman 
momen saat Greg berlari setelah membeli minuman 

Dan scene terakhir yang menarik ketika si Greg beli minuman. Bayangin aja lagi genting perang baku tembak masih berlangsung tiba-tiba Greg bilang ada yang haus? Kalo iya aku mau beli minuman sambil senyum dikit sontak yang lain pada bilang iya dan Greg akhirnya beneran beli dong. Disitu dia hampir ketembak tapi untung masih meleset dan bisa menghindar tapi sayangnya setelah kejadian ini Ken tewas tertambak dibagian dada dan Greg juga ketembak untungnya masih bisa selamat dan film pun berakhir. 

Secara keseluruhan, film ini cukup bagus tapi bukan film yang ringan. Suasananya agak tegang dan kadang bikin sedih. Film ini cocok buat kamu yang suka cerita nyata dan ingin melihat bagaimana kondisi perang serta kehidupan para fotografer di lapangan.

Film ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan fotografer perang bukan hanya soal mengambil gambar, tetapi juga menghadapi tekanan mental yang sangat berat. Mereka harus berada di situasi berbahaya setiap hari, melihat kekerasan secara langsung, bahkan mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan dokumentasi yang nyata. Dari sini terlihat bahwa di balik foto-foto yang dihasilkan, ada risiko besar yang tidak semua orang mampu menjalaninya.