Resti Rahmawati
Resti Rahmawati Lainnya

I love my self

Selanjutnya

Tutup

Video

Sehat di Era Viral : Fakta atau Fomo ?

8 Juli 2026   22:38 Diperbarui: 8 Juli 2026   22:38 25 0 0

Podcast ini dibawakan oleh Amellya Elis dan Lovesya Serly bersama para narasumber yang berasal dari Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Mereka mengangkat isu kesehatan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Media sosial memang membuat tren kesehatan menyebar sangat cepat, tetapi tidak semua yang viral itu benar, apalagi aman untuk ditiru. Melalui podcast Sehat di Era Viral : Fakta atau FOMO? yang tayang di YouTube, pendengar terutama Gen Z diajak untuk lebih kritis memilah informasi kesehatan agar tidak sekadar ikut-ikutan karena FOMO, melainkan benar-benar menerapkan kebiasaan sehat yang aman.

Podcast ini menghadirkan tiga narasumber dengan topik yang dekat dengan keseharian anak muda. Narasumber pertama, Niha Hanifatu (Niha), membahas kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis yang belakangan semakin populer. Tren minuman manis memang mudah ditemukan di mana-mana, tetapi konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti membatasi asupan gula dan memperbanyak konsumsi air putih perlu dibangun agar tubuh tetap sehat, meskipun godaan tren minuman manis terus muncul.

Topik kedua disampaikan oleh Resti Rahmawati (Resti) yang membahas begadang atau kurang tidur. Kebiasaan begadang sering terjadi bukan karena aktivitas yang mendesak, melainkan karena penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan. Dampaknya tidak ringan: tubuh menjadi lelah dan lesu, konsentrasi menurun, suasana hati mudah berubah, serta daya tahan tubuh melemah. Untuk mengatasinya, perubahan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya mulai menjauhkan ponsel 15 menit sebelum tidur, lalu meningkat menjadi 30 menit, hingga 60 menit sebelum tidur. Selain itu, kebutuhan tidur sekitar 7--9 jam per hari perlu diupayakan agar kualitas hidup membaik, baik secara fisik maupun mental.

Topik ketiga dibawakan oleh Kaustaroh Fiaidil Yahra (Yahra) yang membahas rokok elektrik atau vape. Di media sosial, vape kerap diposisikan sebagai "lebih aman" dibanding rokok biasa. Namun, anggapan tersebut perlu dikritisi karena vape tetap berisiko bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan kebiasaan yang sulit dihentikan. Di Indonesia, terdapat kasus pelajar SMP dan SMA yang mulai menggunakan vape sejak usia 12--15 tahun karena terpengaruh teman dan konten media sosial. Survei juga menunjukkan penggunaan rokok elektronik pada kelompok remaja meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tren yang viral bisa saja membawa dampak yang tidak disadari sejak awal.

Pada akhirnya, podcast ini menegaskan pentingnya literasi kesehatan digital: tidak semua informasi kesehatan yang beredar di media sosial didukung bukti ilmiah atau berasal dari tenaga kesehatan yang kompeten. Sebelum mengikuti tren apa pun, kita perlu memastikan sumber informasi tepercaya dan mempertimbangkan dampaknya bagi tubuh. Pola hidup sehat tidak harus rumit kebiasaan sederhana seperti mengurangi konsumsi gula, tidur teratur, mengatur penggunaan gawai, serta menghindari rokok dan vape merupakan langkah nyata yang bisa dilakukan sejak sekarang.

Catatan sumber:
Tanggal rilis : 8 Juli 2026
Durasi : 15 menit