Indrian S. Fauzi (aa Rian)
Indrian S. Fauzi (aa Rian) Penulis

🌏 Hamba Allah dan Umat Nabi Muhammad SAW 🌏 Minat kuat kami pada sastra, filsafat, teologi, kenegaraan dan psikologi transenden 🌏 Latar Belakang Pendidikan: Administrasi Negara dan saat masa SMA pilihan adalah Jurusan IPA, pernah D3 Akuntansi untuk belajar adil sejak dalam pikiran 🌏 An Eternal Shadows, just only a dust of the universe 🌏 You live from what you give 🌏

Selanjutnya

Tutup

Video

Prolog: Merdeka Dari Ketidakberdayaan

17 Agustus 2026   02:45 Diperbarui: 17 Agustus 2026   02:35 153 4 1

Ilustrasi Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia (Sumber: Pixabay.com)
Ilustrasi Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia (Sumber: Pixabay.com)


Catatan: Video yang mana ilustrasi gambar dikreasikan AI, hanya pemanis berupa jeritan hati kami di puisi yang tayang 2023 silam di platform ini, itu juga kalau tidak mengganggu keheningan anda sebab bising atau mungkin selera musik kita berbeda hehe.

***

Gebyar panggung dan sorak hening tak membuatnya besar kepala
Namun semakin tunduk akan keagungan yang Maha Kuasa
Tahu bila pujian dan tepuk tangan menumbuhkan benih ujub, takabur dan kesombongan (menolak kebenaran-Nya)
Sebab ia berserah diri kepada Maha Pemilik Kekuatan Agung dengan penuh hati dan kepala tunduk

Inilah hikmah ketika engkau mengucap dan mendengar nama suci Allah
Barangsiapa menginjakkan kakinya di tempat nama suci Allah ramai terucap walau hening sekalipun
Datanglah dengan penuh ketundukan, mohon ampunan dosa dan mengakui kesalahan
Sebab ujub, takabur, dan kesombongan adalah sumber penderitaan terbesar
Suatu kesalahan di mata-Nya sebab membuat manusia berpikir
Bahwa kekuatan, kekayaan, keindahan adalah hasil usahanya
Bukan titipan-Nya Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa

Yang membuatnya melepaskan diri dari Allah Yang Maha Pemberi Karunia
Menjauh dari-Nya membuat potensi kita terbatas
Namun mendekati-Nya dengan jarak paling dekat niscaya potensi kita tak terbatas
Terus beraktualisasi diri hingga mencapai transendensi
Seperti merasakan hangatnya sinar terang mentari bila kian dekatnya
Berbeda bila bagi mereka yang ingkar pada-Nya terbakar oleh terik-Nya

Ambillah sebuah pelajaran hikmah, mengapa kita dibiarkan lemah tak berdaya
Sebab perhitungan Allah Maha Teliti, Dia enggan membuatmu berbangga diri karenanya
Yang mana kekuatan yang sedikit itu malah membuatmu merendahkan sesama ciptaannya
Lihat saja fenomena nyata, baru dititipkan kekayaan sebentar lihat apa kelakuan mereka berikutnya?
Baru dititipkan amanah jabatan yang kecil saja, anda bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya?
Kadang baru dititipkan harta dan tahta secuil saja, kita sudah tahu tabiat manusia
Gimana kalau dititipkan harta dan tahta yang besar? Mau jadi Qarun dan Fir'aun?
Coba renungkan dengan Nabi Isa yang kaya akan mukjizat dan kemasyhuran dunia akhirat?
Saat ia diklaim sebagai Tuhan, apa jawaban beliau? Mengaku sebagai Tuhan? atau Hamba Allah yang merendah?

Maka mengapa Allah betapa mencintai orang-orang beriman yang kuat?
Sebab kekuatan, kekayaan, kehebatan sebesar apapun dan tak tertandingi itu
Malah membuatnya semakin tawadhu dan berserah diri pada-Nya
Takut nikmat agung dicabut-Nya sebab ada setitik noda sombong dalam dada

Bangsa yang besar adalah bangsa yang berserah diri dan mengakui setiap kesalahan di hadapan-Nya
Sebelum hari penghisaban nanti, membongkar semua aib kita dihadapan sluruh makhluk-Nya
Sebab kita tergolong orang-orang yang merendahkan sesama karena niat ketidaksukaan semata tanpa mengukur dampaknya

Sebab telah menurunkan semangat juang hidup mereka, menjadi penyebab kebinasaan dalam senyap
Bertaubatlah, mohon ampun, bersegeralah berangkat dengan hati yang tawadhu
Jemput tanah suci bagi yang mampu, dan jadikan hari jum'at ke masjid sebagai sarana berbangkit
Untuk berserah diri, menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Yang Maha Menghitung lagi Maha Teliti
Sebab Dia Maha Tahu spesifikasi kita secara rinci sebagai ciptaan terindah-Nya
Guna meraih hari kebangkitan keberdayaan kita dengan akhlak yang indah di mata-Nya
Niscaya keberanian itu hadir sebab kekuatan untuk membela yang benar hadir bersama kita

Sesungguhnya manusia yang paling berkuasa lagi paling indah akhlaknya di muka bumi 
Adalah prototype paripurna untuk umat manusia sendiri yang kelak tercetak kekal di akhirat
Bukan untuk dipuja, dikultuskan apalagi disembah-sembah
Sebab di dunia semuanya hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil
Namun di akhirat adalah pemberian dan nikmat yang kekal

Cimahi, 17 Agustus 2026.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2