
Momentum tersebut dihadiri oleh jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Barat, termasuk Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu beserta jajaran. Kehadiran seluruh UPT menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Lebih dari sekadar seremoni perpisahan dan penyambutan, kegiatan ini menjadi penguat sinergi antarsatuan kerja dalam mewujudkan pembinaan yang semakin berkualitas, pelayanan publik yang semakin profesional, serta tata kelola organisasi yang semakin akuntabel. Dengan semangat kolaborasi tersebut, setiap kebijakan yang lahir di tingkat Kantor Wilayah diharapkan mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata di seluruh UPT, termasuk Rutan Kelas IIB Pasangkayu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., mengemban amanah untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya sekaligus memperkuat transformasi pemasyarakatan di Sulawesi Barat. Kepemimpinan yang berkelanjutan diharapkan mampu mempererat koordinasi, meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, memperkuat pengawasan, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pada saat yang sama, dedikasi Ramdani Boy, Bc.IP., S.Sos., M.Si. selama memimpin Kanwil menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang memberikan pijakan bagi keberlanjutan berbagai program strategis pemasyarakatan.
Sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat memiliki peran strategis dalam membina, mengoordinasikan, mengawasi, dan menyinergikan seluruh Unit Pelaksana Teknis agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan keberlanjutan amanah untuk menjaga kepercayaan publik, memperkuat kualitas pembinaan, dan memastikan setiap insan pemasyarakatan bergerak dalam visi yang sama. Sebab pada akhirnya, kepemimpinan boleh berganti, tetapi komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian.
