
Senin (3 Agustus 2026), suasana khidmat kembali menyelimuti Lapangan Upacara Rutan Kelas IIB Pasangkayu saat seluruh warga binaan mengikuti upacara bendera. Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk membangun disiplin, menumbuhkan rasa tanggung jawab, memperkuat semangat kebangsaan, serta membiasakan warga binaan menghargai nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembinaan tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Setiap pekan, petugas secara konsisten membimbing dan melatih warga binaan agar mampu memahami tata upacara, menjalankan tugas dengan baik, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Dalam prosesnya, petugas pembinaan juga didukung oleh warga binaan yang tergabung dalam Pramuka, sehingga proses belajar berlangsung secara bertahap melalui pendampingan dan pembinaan antarsesama warga binaan di bawah pengawasan petugas.
Hasil dari pembinaan yang berkelanjutan itu tampak pada setiap pelaksanaan upacara. Seluruh perangkat upacara, mulai dari pemimpin upacara, pengibar Bendera Merah Putih, pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembaca Catur Dharma Narapidana, pembaca doa, hingga petugas lainnya dijalankan oleh warga binaan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan mengingatkan seluruh warga binaan agar menjadikan setiap program pembinaan sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Ia mengajak warga binaan mengikuti seluruh kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh, aktif berkomunikasi dengan Wali Pemasyarakatan (Wali PAS) apabila menghadapi kendala, serta menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan hunian, dan ketertiban sebagai bagian dari tanggung jawab bersama selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, mengatakan bahwa pembinaan kepribadian tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, upacara bendera menjadi salah satu media pembinaan yang efektif untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap tanah air.
"Nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, upacara bendera kami laksanakan secara rutin sebagai bagian dari proses pembinaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama yang diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Nanang Badruzzaman.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan warga binaan mengikuti sebuah kegiatan, tetapi dari perubahan sikap yang tumbuh secara bertahap. Karena itu, Rutan Pasangkayu terus mengembangkan pembinaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter melalui keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap program yang dilaksanakan.
Bagi Rutan Pasangkayu, upacara bendera bukan sekadar agenda rutin setiap awal pekan. Di balik setiap langkah barisan, penghormatan kepada Sang Merah Putih, dan tugas yang dijalankan oleh warga binaan, terdapat proses panjang pembelajaran yang terus dibangun. Dari proses itulah tumbuh disiplin, rasa tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan kepercayaan diri sebagai bekal untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.