Rutan Pasangkayu
Rutan Pasangkayu Lainnya

Akun Resmi Rutan Kelas IIB Pasangkayu Sulawesi Barat

Selanjutnya

Tutup

Video

Rutan Pasangkayu Gelar Upacara Bendera, Warga Binaan Perkuat Disiplin

24 Agustus 2026   10:14 Diperbarui: 24 Agustus 2026   10:14 66 0 0

Suasana Pelaksanaan Upacara Bendera Warga Binaan di Rutan Pasangkayu
Suasana Pelaksanaan Upacara Bendera Warga Binaan di Rutan Pasangkayu
PASANGKAYU, 24 Agustus 2026 --- Pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di dalam ruang pembelajaran, tetapi juga melalui pembiasaan yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan nilai kebangsaan. Hal tersebut diwujudkan melalui Upacara Bendera Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Senin (24 Agustus 2026).

Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 WITA tersebut diikuti oleh warga binaan sebagai peserta sekaligus petugas upacara. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) bertindak selaku Pembina Upacara.

Tidak hanya menjadi peserta, warga binaan juga dipercaya mengemban berbagai tugas dalam pelaksanaan upacara. Pemimpin upacara, pengibar Bendera Merah Putih, pembaca Pancasila, pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembaca Catur Dharma Narapidana, pembaca doa, hingga perangkat upacara lainnya seluruhnya dilaksanakan oleh warga binaan yang telah ditunjuk.

Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan. Melalui pelaksanaan tugas secara langsung, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, menjalankan peran dengan disiplin, membangun kepercayaan diri, serta bekerja sama dengan warga binaan lainnya dalam sebuah kegiatan yang memiliki aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi.

Rangkaian upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada Pembina Upacara, dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan Catur Dharma Narapidana, amanat Pembina Upacara, pembacaan doa, hingga penutupan upacara.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara mengingatkan seluruh warga binaan agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan. Kepatuhan terhadap tata tertib juga ditekankan sebagai bagian penting dalam menciptakan suasana pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif.

Warga binaan juga diimbau untuk menjaga solidaritas dan kerukunan serta menghindari segala bentuk perselisihan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Sikap saling menghormati dan menjaga hubungan yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, warga binaan didorong untuk mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki diri.

Pesan tersebut menjadi penting karena masa menjalani pidana diharapkan tidak hanya dilalui sebagai waktu menunggu, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan dan perilaku yang lebih baik. Berbagai pembinaan yang diikuti diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Upacara bendera juga menjadi salah satu sarana menanamkan nilai nasionalisme. Pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, serta rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara tertib memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus mengenal, memahami, dan menghayati nilai-nilai kebangsaan.

Bagi Rutan Pasangkayu, keterlibatan warga binaan sebagai petugas upacara memiliki makna tersendiri dalam proses pembinaan. Kepercayaan yang diberikan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan, menjalankan tanggung jawab, serta belajar bekerja sama dalam suasana yang disiplin dan terarah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2