Rutan Pasangkayu
Rutan Pasangkayu Lainnya

Akun Resmi Rutan Kelas IIB Pasangkayu Sulawesi Barat

Selanjutnya

Tutup

Video

Karutan Pasangkayu Ajak Jajaran dan Warga Binaan Terus Berbenah Diri

2 November 2026   10:49 Diperbarui: 2 November 2026   10:49 58 0 0

Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, bertindak sebagai Inspektur Upacara saat memimpin upacara bendera yang diikuti jajaran pegawai dan peserta magang di Lapangan Rutan Pasangkayu, Senin (2/11/2026). 
Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, bertindak sebagai Inspektur Upacara saat memimpin upacara bendera yang diikuti jajaran pegawai dan peserta magang di Lapangan Rutan Pasangkayu, Senin (2/11/2026). 
PASANGKAYU, 2 NOVEMBER 2026 --- Pemanfaatan waktu dan kemauan untuk terus memperbaiki diri menjadi pesan utama Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, saat memimpin upacara bendera di Lapangan Rutan Pasangkayu, Senin (2/11/2026). Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran petugas dan warga binaan agar setiap kesempatan yang dimiliki dapat digunakan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA itu diikuti oleh pegawai dan peserta magang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Muarif menyampaikan bahwa waktu akan terus berjalan, sehingga setiap orang perlu memiliki perencanaan agar hari-hari yang dijalani tidak berlalu tanpa arah. Perencanaan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing.

Bagi warga binaan, salah satu bentuk pemanfaatan waktu adalah mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh. Berbagai kegiatan pengembangan keterampilan, seperti menjahit, memasak, dan kegiatan kemandirian lainnya, dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan selama menjalani masa pidana.

Keterampilan yang diperoleh melalui pembinaan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama berada di dalam Rutan. Kemampuan tersebut perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, masa pembinaan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.

Pesan tentang perencanaan dan pengembangan diri juga berlaku bagi petugas. Muarif mengingatkan agar setiap pegawai melakukan evaluasi terhadap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama bekerja. Pengalaman menjalankan tugas semestinya tidak hanya menambah masa kerja, tetapi juga meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan kualitas diri.

Selain peningkatan kompetensi, ia menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Seorang petugas dituntut tetap bekerja dengan baik meskipun tidak sedang berada dalam pengawasan pimpinan. Sikap tersebut mencerminkan kedisiplinan, integritas, dan kesadaran bahwa setiap tugas merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Melalui amanat tersebut, Muarif mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkembang dimiliki oleh setiap orang, baik warga binaan maupun petugas. Warga binaan dapat memanfaatkannya melalui pembinaan dan pengembangan keterampilan, sementara petugas dapat mewujudkannya dengan terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga integritas dalam bekerja.

Upacara bendera ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa waktu perlu diisi dengan kegiatan yang memiliki arah dan tujuan. Sebab, perubahan tidak cukup hanya diharapkan, tetapi perlu dipersiapkan melalui langkah nyata, pembelajaran, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten.