Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video: Menghaturkan Hormat dan Memohon Berkat

5 Januari 2026   07:15 Diperbarui: 5 Januari 2026   08:47 190 5 2

Bapa Keuskupan Agung Jakarta saat ini adalah Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, seorang gembala Gereja Katolik yang dikenal dengan kesederhanaan, keteguhan iman, dan semangat persaudaraan lintas batas. Sejak diangkat menjadi Uskup Agung Jakarta pada tahun 2010, beliau memikul tanggung jawab menggembalakan umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang mencakup sebagian besar Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Pada tahun 2019, Paus Fransiskus menganugerahkan kepercayaan besar kepada beliau dengan mengangkatnya sebagai Kardinal Gereja Katolik. Penunjukan ini tidak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga peneguhan atas peran Gereja Katolik Indonesia di tengah Gereja universal. Dalam setiap karya pelayanannya, Kardinal Suharyo kerap menekankan pentingnya persaudaraan, kebangsaan, dan dialog, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ, Kardinal Suharyo menghadirkan wajah Gereja yang terbuka, merangkul, dan berjalan bersama umat. Kehadirannya bukan sekadar sebagai pemimpin struktural, melainkan sebagai gembala yang menyertai, mengajak umat untuk menghidupi iman Katolik secara kontekstual, membumi, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Tradisi Cium Tangan: Tanda Hormat dan Iman

Tradisi cium tangan dalam Gereja Katolik bukanlah bentuk pengkultusan pribadi, melainkan ungkapan hormat kepada jabatan episkopal sebagai wakil Kristus Sang Gembala. Dalam video ilustrasi tersebut, momen cium tangan menjadi lambang kerendahan hati umat yang datang memohon berkat, sekaligus pengakuan iman akan karya Allah yang hadir melalui pelayanan Gereja.

Banyak umat melakukan cium tangan dengan intensi pribadi:

* Memohon berkat untuk karya dan kehidupan keluarga, agar rumah tangga tetap setia, rukun, dan berbuah dalam kasih.

* Memohon berkat untuk Ziarah Pengharapan, sebuah perjalanan iman yang menguatkan langkah di tengah tantangan hidup.

* Menghayati momen penutupan Porta Sancta, sebagai tanda berakhirnya suatu fase rohani dan kesiapan membuka lembaran baru dengan hati yang diperbarui.

Gestur sederhana itu menjadi doa tanpa kata, menyatukan harapan umat dengan berkat Allah yang dipercayai mengalir melalui tangan gembala Gereja.

Penutup

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3