
Buang Sampah Sembarangan: Hidupmu Akan Apes!
Oleh: Widodo, S.Pd
Membuang sampah sembarangan kelihatannya memang sepele bagi sebagian warga masyarakat yang belum memiliki kesadaran lingkungan. Padahal, pemerintah desa sudah menyediakan tempat resmi untuk menaruh sampah. Ironisnya, masih saja ada warga yang memilih cara instan: sambil naik motor menuju tempat kerja di pagi buta, sampah dilempar begitu saja ke pinggir jalan. Dah beres, seolah tak ada beban.
Saya menyaksikan sendiri kejadian itu. Namun, saya tidak sempat menegur. Bukan karena tidak peduli, tetapi ada kekhawatiran---di lingkungan kita masih ada orang yang anti kritik. Niat baik bisa saja disalahartikan dan berujung pada kemarahan. Dari situlah muncul ide sederhana dalam benak saya: merekam video spanduk dari pemerintah dan pemerhati lingkungan yang bertuliskan, "Jika masih ngeyel buang sampah sembarangan, hidupmu akan apes!"
Apes Itu Nyata, Bukan Sekadar Ancaman
Kata apes mungkin terdengar kasar, tetapi sesungguhnya sangat realistis. Sampah yang dibuang sembarangan bisa menyumbat selokan dan menyebabkan banjir. Jalanan menjadi kotor, bau tak sedap menyebar, dan penyakit pun mudah datang. Saat banjir melanda, siapa yang paling dirugikan? Kita sendiri. Rumah terendam, aktivitas terganggu, dan biaya perbaikan pun membengkak. Inilah apes yang lahir dari perbuatan kita sendiri.
Lingkungan Cermin Karakter Manusia
Lingkungan yang bersih menunjukkan karakter masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab. Sebaliknya, tumpukan sampah mencerminkan sikap abai dan egois. Membuang sampah pada tempatnya bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal etika hidup bersama. Kita hidup berdampingan dengan orang lain, maka setiap tindakan kecil memiliki dampak besar bagi sesama.
Edukasi Lebih Kuat daripada Amarah
Alih-alih memarahi atau menghakimi, edukasi menjadi jalan yang lebih bijak. Spanduk, video pendek, dan contoh nyata bisa menjadi pengingat yang kuat. Terlebih bagi anak-anak, mereka belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang dewasa memberi teladan buruk, maka kebiasaan itu akan terus diwariskan.