Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video: Merekam Jejak Fauna di Pagi Hari

27 Juni 2026   11:02 Diperbarui: 27 Juni 2026   14:42 87 13 2

Ular tanah dalam video jika diperbesar. Gambar oleh Syaibatulhamdi dari Pixabay
Ular tanah dalam video jika diperbesar. Gambar oleh Syaibatulhamdi dari Pixabay


Video Fauna di Pagi Hari
Pagi selalu memiliki cara sederhana untuk mengingatkan kita bahwa kehidupan terus bergerak. Cahaya matahari yang masih lembut menyelinap di sela dedaunan, embun masih bertahan di ujung rumput, sementara udara segar mengundang siapa saja untuk berhenti sejenak menikmati suasana.
Pagi itu saya membawa telepon genggam dengan niat merekam suasana sekitar rumah. Tak lama kemudian terdengar suara burung yang bersiul merdu.


Burung Kacer masih adsvdi alam bebas. Gambar oleh balouriarajesh dari Pixabay
Burung Kacer masih adsvdi alam bebas. Gambar oleh balouriarajesh dari Pixabay

 Nadanya bersahut-sahutan, seolah menjadi konser alam yang tidak pernah dipungut biaya. Di kejauhan, kokok ayam ikut mengisi irama pagi, mengingatkan bahwa hari baru telah dimulai.
Saya merasa beruntung dapat mengabadikan momen itu dalam sebuah video. Barangkali suara burung hanya berlangsung beberapa menit, tetapi rekamannya dapat menjadi kenangan yang bisa diputar kembali kapan saja. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, suara fauna adalah pengingat bahwa alam masih setia menemani manusia.
Namun, suasana damai itu mendadak berubah. Tepat di depan rumah, seekor ular tanah melintas perlahan. Tubuhnya kecil, berwarna gelap kecokelatan, bergerak mencari tempat yang lebih teduh. 


Jantung saya berdegup lebih cepat. Rasa takut muncul begitu saja. Pikiran pun bercabang: apakah ular itu harus dibunuh atau cukup diusir?
Setelah beberapa saat, saya memilih untuk tidak bertindak gegabah. Selama ular itu tidak menyerang dan masih bisa diarahkan menjauh dari rumah, mengusirnya ke tempat yang lebih aman adalah pilihan yang lebih bijaksana. Bagaimanapun, ular juga bagian dari rantai kehidupan. Kehadirannya membantu menjaga keseimbangan alam dengan memangsa hewan-hewan kecil seperti tikus.
Peristiwa pagi itu mengajarkan bahwa alam selalu menghadirkan dua sisi. Ada keindahan yang membuat kita tersenyum melalui kicau burung, tetapi ada pula kejutan yang menguji keberanian melalui kemunculan seekor ular. Keduanya adalah bagian dari kehidupan yang sama.
Video yang saya rekam akhirnya bukan hanya berisi suara burung dan kokok ayam. Video itu juga menyimpan pelajaran bahwa 

hidup berdampingan dengan alam berarti belajar menghargai setiap makhluk, tanpa mengabaikan kewaspadaan. 

Ketika rasa takut datang, semoga kebijaksanaan tetap menjadi pilihan pertama, sebab alam tidak hanya layak dinikmati, tetapi juga dihormati.