Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Puncak Hari Guru Nasional Bersama Presiden Prabowo Subianto di Senayan

29 November 2025   04:43 Diperbarui: 29 November 2025   06:43 192 2 1

Sambutan presiden prabowo di acara hgn 2025/dokpri
Sambutan presiden prabowo di acara hgn 2025/dokpri

Puncak Peringatan Hari Guru Nasional bersama presiden prabowo subianto sangat meriah di senayan. Inilah kisah omjay kali ini untuk pembaca kompasiana tercinta.

Omjay dan pak Mufid/dokpri
Omjay dan pak Mufid/dokpri

Sebelumnya ada kegiatan Sarasehan 78 Organisasi Pendidikan di hotel menara peninsula. Ada Gelora Kolaborasi, Suara Guru, dan Pesan Omjay di Hari Guru Nasional yang perlu kita pahami bersama.

Sarasehan 78 organisasi pendidikan yang digelar di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Aula lantai 1 dipenuhi suasana penuh kehangatan, keakraban, dan semangat untuk membangun kolaborasi demi masa depan pendidikan Indonesia.

Lalu Dewa 19 tampil memukau, menghadirkan hiburan musik yang membuat seluruh peserta bernyanyi dan larut dalam suasana persaudaraan. Puncak hari guru nasional menyatukan perbedaan menjadi kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Omjay hadir di acara hgn/dokpri
Omjay hadir di acara hgn/dokpri

Omjay Hadir Bersama 78 Organisasi Pendidikan

Omjay (Dr. Wijaya Kusumah), Guru Blogger Indonesia, hadir langsung di forum besar ini. Banyak guru dan pengurus organisasi menyalaminya, mengajak diskusi, serta berbincang tentang dinamika dunia pendidikan. Kami saling bersalaman dan menyemangati walaupun organisasi kami berbeda.

Sahabatnya, Didi Suprijadi dari PGRI, menyampaikan komentar reflektif:

 "Omjay senang masuk 78 organisasi pendidikan. Beda dengan PGRI?"

Omjay tersenyum dan menjawab dengan ringan:

 "Biasa saja ayah Didi.
Di Kemdikdasmen banyak orang PGRI dengan baju yang berbeda.
Kalau di PGRI semua seragam pakai batik PGRI."

Jawaban yang sederhana, tetapi menguatkan pesan: identitas guru tidak terletak pada seragam---tetapi pada karya dan dedikasi.

Komentar AWH: Dua Persatuan, Dua Zaman

Di sela diskusi, muncul komentar tajam dari AWH:

"Ada yang berhasil mengecoh 78 organisasi bersatu dalam persatuan di acara HGN.
Bersatu? Persatuan?
Tahun 1945 guru sepakat bersatu dalam satu wadah PGRI.
Tahun 2025, 78 organisasi pendidikan bersatu dalam wadah HGN.
Sama-sama frasa persatuan---di mana bedanya?"

Pertanyaan ini menjadi refleksi bersama.

Persatuan 1945 lahir sebagai wadah tunggal bernama PGRI.
Persatuan 2025 hadir sebagai kolaborasi lintas organisasi yang berdiri sendiri-sendiri namun bekerja bersamaan.

Dua zaman, dua bentuk persatuan, dua makna yang perlu dimengerti bersama.

Buku mata hati/dokpri
Buku mata hati/dokpri

Peluncuran Buku Mata Hati Guru

Acara semakin berkesan dengan peluncuran buku Mata Hati Guru, yang berisi kisah-kisah para pendidik yang menulis dari batin terdalam.
Omjay menegaskan:

 "Ketika guru kuat, Indonesia hebat."

Dari Sarasehan ke Senayan: 10 Ribu Guru Hadir di Puncak HGN 2025

Setelah sarasehan selesai, para peserta dari 78 organisasi pendidikan diajak menuju Puncak Hari Guru Nasional yang digelar meriah di Istora Senayan, bersama Presiden Prabowo Subianto.

Menuju senayan/ordik
Menuju senayan/ordik

Sekitar 10 ribu guru dan tenaga kependidikan memadati arena.
Energi ruang itu luar biasa---semangat, rasa bangga, dan harapan bercampur menjadi satu.

Menteri Keuangan Purbaya berkali-kali mendapatkan tepuk tangan meriah dari para guru. Gaya bicaranya lugas, jelas, dan penuh optimisme tentang peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Setiap pernyataannya soal dukungan anggaran untuk pendidikan disambut sorakan dan apresiasi panjang.

Kehadiran Presiden Prabowo menguatkan momen itu. Ia menegaskan bahwa guru harus menjadi pusat pembangunan manusia Indonesia dan kesejahteraannya harus dinaikkan secara bertahap namun pasti.

Bagi Omjay, momentum hadir di dua acara besar dalam satu hari---sarasehan dan puncak HGN---menjadi pengalaman yang menggetarkan dan menambah semangat untuk terus menggerakkan literasi pendidikan.

Tokoh Muda PGRI: Sumardiansyah Perdana Kusuma

Sosok Sumardiansyah kembali menjadi sorotan. Energi mudanya, kapasitas intelektualnya, serta perannya dalam PGRI menjadi simbol regenerasi yang sedang berlangsung dalam organisasi guru terbesar di Indonesia.

Pesan Omjay untuk Kompasiana dan Indonesia

Omjay menyampaikan:

"Guru harus hadir, tampil, berbicara, dan terlibat.
Pendidikan hanya bisa maju kalau guru berada di garis depan perubahan."

Selamat Hari Guru Nasional & HUT PGRI ke-80

Omjay menutup dengan doa:

"Selamat Hari Guru Nasional & Selamat HUT PGRI ke-80. Semoga guru Indonesia makin dihargai dan semakin kuat dalam kebersamaan."

Penutup: Persatuan yang Tumbuh Bersama Zaman

Sarasehan 78 organisasi pendidikan dan puncak peringatan HGN di Senayan menunjukkan bahwa bentuk persatuan boleh berbeda, tetapi tujuannya tetap sama:

mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan selama para gurunya bergerak dan bersuara,
pendidikan Indonesia akan terus melangkah maju.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

https://www.youtube.com/live/k72eqYFUrYc?si=ICOQdD1bKo6LEpp2


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2