Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Sekolah Rakyat dan Harapan Baru Pendidikan Bagi Anak-anak Dari Keluarga Miskin

12 Januari 2026   14:57 Diperbarui: 12 Januari 2026   14:57 275 3 3

Papua

Saat ini, sekitar 16.000 siswa telah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, didampingi oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan. Angka ini mungkin belum besar jika dibandingkan jumlah penduduk miskin nasional, tetapi ini adalah awal yang sangat berarti.

Tantangan yang Tidak Bisa Diabaikan

Sebagai sebuah program besar, Sekolah Rakyat tentu tidak bebas tantangan. Ketersediaan guru berkualitas, pembangunan fasilitas permanen, serta keberlanjutan pendanaan menjadi pekerjaan rumah yang serius. Jangan sampai Sekolah Rakyat hanya bagus di awal, lalu melemah di tengah jalan.

Selain itu, kualitas pembelajaran harus terus dijaga. Anak-anak dari keluarga miskin tidak membutuhkan sekolah "kelas dua". Mereka justru berhak atas pendidikan terbaik, karena dari merekalah masa depan bangsa diuji.

Harapan Seorang Warga Pendidikan

Sebagai bagian dari masyarakat pendidikan, saya melihat Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan cermin keberpihakan negara. Ketika negara berani berinvestasi pada anak-anak miskin, sejatinya negara sedang menyelamatkan masa depannya sendiri.

Harapan saya, Sekolah Rakyat tidak berhenti pada angka 166. Target pemerintah untuk membangun Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten/kota patut didukung bersama. Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergandengan tangan.

Menuju Indonesia yang Lebih Adil

Pendidikan sejatinya adalah alat paling ampuh untuk menciptakan keadilan sosial. Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa anak miskin bukan anak gagal, mereka hanya belum diberi kesempatan. Ketika kesempatan itu datang, tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak berjalan sendirian.

Jika Sekolah Rakyat dikelola dengan sungguh-sungguh, kelak kita tidak hanya mengenang program ini sebagai kebijakan, tetapi sebagai sejarah ketika negara benar-benar hadir untuk rakyatnya. Sebuah langkah kecil yang bisa membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, dengan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berkeadilan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4