Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Omjay Sangat Yakin Akan Ada Hidup Sesudah Mati

15 Januari 2026   14:53 Diperbarui: 15 Januari 2026   17:00 247 12 7


Hidup Sesudah Mati: Perjalanan Panjang yang Sering Kita Lupakan. Inilah kisah Omjay kali ini di Kompasiana tercinta.

Kematian adalah satu-satunya kepastian dalam hidup yang tak pernah meminta izin. Ia datang tanpa jadwal, tanpa peringatan, dan tanpa bisa ditunda. Namun ironisnya, justru hal yang paling pasti inilah yang paling sering kita lupakan. Kita sibuk merencanakan hidup, mengejar dunia, menumpuk harta, jabatan, dan pujian, seolah-olah kematian tidak pernah ada dalam daftar rencana kita.

Padahal, bagi seorang mukmin, kematian bukanlah akhir segalanya. Ia hanyalah gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya: hidup sesudah mati.

Kematian Bukan Akhir, Tapi Awal

Allah SWT berfirman:

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-Ankabut: 57)

Ayat ini menegaskan bahwa kematian bukan titik akhir perjalanan manusia. Setelah ruh berpisah dari jasad, manusia akan memasuki fase baru yang disebut alam barzakh. Di sanalah amal perbuatan mulai menampakkan hasilnya. Tak ada lagi harta, pangkat, atau gelar akademik yang menemani---yang ada hanyalah iman dan amal.

Alam Barzakh: Kesunyian yang Penuh Makna

Alam kubur sering kita bayangkan sebagai tempat yang gelap dan menakutkan. Namun sejatinya, kubur akan terasa lapang dan menenangkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Sebaliknya, ia menjadi tempat yang sempit dan menyiksa bagi mereka yang lalai dan durhaka.

Rasulullah SAW bersabda:

"Kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga atau jurang dari jurang-jurang neraka."
(HR. Tirmidzi)

Kesunyian di alam barzakh adalah momen perhitungan tanpa suara. Tidak ada kesempatan kedua. Tidak ada waktu untuk memperbaiki kesalahan. Semuanya telah selesai di dunia.

Hari Kebangkitan dan Pertanggungjawaban

Setelah alam barzakh, manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Hari yang sangat dahsyat, ketika semua manusia dikumpulkan tanpa pakaian, tanpa harta, dan tanpa pelindung kecuali amalnya sendiri.

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya)."
(QS. Az-Zalzalah: 7--8)

Tak ada yang luput dari perhitungan. Bahkan niat yang tersembunyi di dalam hati pun akan dihisab.

Surga dan Neraka: Tujuan Akhir

Hidup sesudah mati berujung pada dua tempat: surga atau neraka. Surga adalah tempat penuh kenikmatan yang tak pernah terlintas dalam pikiran manusia. Sementara neraka adalah tempat siksa yang tak sanggup dibayangkan oleh akal sehat.

Namun rahmat Allah jauh lebih luas daripada murka-Nya. Pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Selama matahari belum terbit dari barat.

Hidup di Dunia: Ladang untuk Akhirat

Dunia bukan tujuan, melainkan ladang amal. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai di akhirat nanti. Salat, sedekah, kejujuran, kesabaran, memaafkan, dan membantu sesama---semua itu adalah investasi abadi.

Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata:

"Dunia telah pergi meninggalkan kita, dan akhirat telah datang mendekati kita. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat, bukan anak-anak dunia."

Penutup: Sudah Siapkah Kita?

Hidup sesudah mati bukan cerita fiksi, bukan dongeng pengantar tidur. Ia adalah kebenaran yang pasti kita alami. Pertanyaannya bukan apakah kita akan mati, tetapi kapan dan dalam keadaan bagaimana kita mati.

Semoga kita termasuk orang-orang yang ketika ajal menjemput, tersenyum karena telah mempersiapkan bekal terbaik. Bukan mereka yang menyesal karena terlalu sibuk mencintai dunia dan melupakan kehidupan yang abadi.

Karena sejatinya, hidup yang sesungguhnya baru dimulai... setelah kita mati.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri