Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Mengapa Terjadi Krisis Kepala Sekolah Saat Ini?

20 Januari 2026   19:37 Diperbarui: 21 Januari 2026   12:03 513 7 0

Kebijakan dari kemdikdasmen yang sering berubah juga menambah ketidakpastian. Mereka lebih nyaman menjadi guru biasa dan memilih mengajar di kelas supaya lebih dekat dengan semua peserta didiknya.

Regenerasi Terganggu

Banyak calon kepala sekolah yang memenuhi syarat justru sudah mendekati usia pensiun. Padahal, regenerasi kepemimpinan seharusnya berjalan lebih lancar, agar sekolah memiliki pemimpin yang enerjik dan inovatif.

Sistem Rekrutmen Kurang Menarik

Seleksi kepala sekolah seringkali lebih menekankan kelengkapan dokumen daripada kemampuan kepemimpinan nyata. Jalur karier kepala sekolah juga belum jelas dan menjanjikan, sehingga minat guru berkurang.

Beban Administrasi Mendominasi

Seorang kepala sekolah saat ini lebih banyak sibuk dengan laporan, aplikasi, audit, dan administrasi rutin daripada mengembangkan pembelajaran. Hal ini membuat jabatan kepala sekolah semakin jauh dari peran pemimpin pendidikan yang inspiratif.

Perlindungan Hukum Masih Lemah

Kepala sekolah rawan dilaporkan terkait pengelolaan BOS, anggaran, atau keputusan administratif. Pendampingan hukum yang minim membuat risiko jabatan ini semakin tinggi.

Intervensi Politik dan Kepentingan

Penempatan kepala sekolah tidak selalu berbasis kompetensi. Kepentingan politik dan jaringan sering kali menjadi faktor penentu, bukan kemampuan memimpin dan manajemen sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4