Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Fun Walk Labschool UNJ yang Meriah di GBK Senayan

7 Februari 2026   19:56 Diperbarui: 8 Februari 2026   04:59 135 3 2

Kegiatan fun walk labschool Unj di GBK/dokpri
Kegiatan fun walk labschool Unj di GBK/dokpri

Kisah nyata Omjay kali ini tentang Melangkah Bersama di GBK: Ketika Labschool UNJ Mengajarkan Arti Kebersamaan yang Sesungguhnya. Kami 6 Labschool berkumpul di GBK Senayan Jakarta. Semoga bermanfaat buat pembaca Kompasiana.

Pagi itu, Minggu di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan terasa berbeda. Bukan karena riuhnya suporter sepak bola atau gegap gempita konser musik, melainkan karena ribuan langkah kecil dan besar yang bergerak pelan, serempak, dan penuh senyum. Mereka tidak sedang berlomba. Mereka sedang berjalan bersama.

Saya berdiri di antara lautan manusia berseragam Labschool UNJ. Anak-anak TK menggenggam tangan orang tuanya. Siswa SMP dan SMA berjalan berkelompok sambil tertawa. Para guru melangkah santai, sesekali menyapa murid-muridnya. Alumni lintas angkatan saling berpelukan, seolah waktu mundur beberapa puluh tahun ke belakang. Hari itu, Fun Walk Dies Natalis Labschool UNJ bukan sekadar acara seremonial. Ia menjelma menjadi pelajaran hidup.

OneLabs: Bukan Sekadar Nama

Yang membuat pagi itu terasa mengharukan adalah kebersamaan seluruh unit Labschool: Labschool Jakarta, Kebayoran, Cibubur, Ciracas, Cirendeu, dan Bintaro. Berbeda lokasi, berbeda latar, tetapi menyatu dalam satu semangat: OneLabs.

Di tengah dunia pendidikan yang sering terjebak dalam kompetisi, peringkat, dan gengsi, Labschool UNJ justru menampilkan wajah lain pendidikan: kolaborasi dan persaudaraan. Tidak ada yang lebih unggul. Tidak ada yang merasa lebih besar. Semua setara dalam langkah.

Saya melihat sendiri bagaimana seorang guru senior dari Labschool Jakarta berjalan berdampingan dengan guru muda dari Labschool Cirendeu. Seorang alumni lama berbincang akrab dengan orang tua murid yang baru bergabung. Di situlah saya sadar, OneLabs bukan jargon. Ia hidup.

Naik gocar ke rumah pak Sukarman/dokpri
Naik gocar ke rumah pak Sukarman/dokpri

Pesan Moral dari Prof. Arief Rachman

Ketika Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd, Penasihat Labschool UNJ, menyampaikan sambutan, suasana menjadi lebih hening. Kata-katanya sederhana, tetapi menggetarkan.

"Pendidikan sejati bukan soal siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu berjalan bersama dan tidak meninggalkan siapa pun."

Kalimat itu terasa menampar lembut. Di tengah sistem pendidikan yang sering mengukur keberhasilan dengan angka dan ranking, Prof. Arief mengingatkan kembali hakikat pendidikan: memanusiakan manusia. Fun Walk pagi itu seperti menjelma menjadi metafora perjalanan pendidikan. Tidak semua harus berlari. Tidak semua harus sama cepat. Yang penting, tetap bersama.


Labschool dan Tanggung Jawab Sejarah

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Negeri Jakarta menegaskan bahwa Labschool UNJ bukan sekadar sekolah, melainkan laboratorium hidup pendidikan Indonesia. Apa yang terjadi di Labschool hari ini, akan menjadi cermin bagi pendidikan masa depan.

Saya merenung. Betapa besar tanggung jawab sebuah sekolah yang lahir dari rahim universitas keguruan. Labschool UNJ bukan hanya mendidik siswa, tetapi juga memberi contoh bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan: dengan hati, nilai, dan keteladanan.

Kepala BPS Labschool UNJ menambahkan bahwa kekuatan terbesar Labschool bukan pada gedung atau fasilitas, melainkan pada kebersamaan seluruh ekosistem pendidikan: siswa, guru, orang tua, alumni, dan mitra.

Dan pagi itu, di GBK, semua itu hadir nyata di depan mata.

Ketika Menteri UMKM Bicara Masa Depan

Kehadiran Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia memberi dimensi lain pada acara ini. Ia berbicara tentang pentingnya pendidikan karakter, kemandirian, dan kewirausahaan sejak dini.

Saya terdiam ketika ia mengatakan bahwa masa depan UMKM Indonesia sangat bergantung pada sekolah-sekolah yang hari ini menanamkan disiplin, kreativitas, dan keberanian mencoba. Ternyata, Fun Walk sederhana ini menyimpan pesan besar: pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa.

Anak-Anak dan Harapan yang Berjalan

Yang paling membuat hati hangat adalah melihat anak-anak Labschool. Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami makna Dies Natalis atau OneLabs. Namun, suatu hari kelak, ingatan tentang berjalan bersama guru dan orang tua di GBK akan tinggal di hati mereka.

Mungkin mereka akan lupa rute jalan yang dilalui. Tapi mereka tidak akan lupa rasa aman, rasa diterima, dan rasa bangga menjadi bagian dari Labschool UNJ.

Dan bukankah itu inti pendidikan?


Refleksi Seorang Guru

Sebagai seorang guru, saya pulang dari GBK dengan perasaan campur aduk. Bahagia, haru, sekaligus tertantang. Di tengah banyaknya keluhan tentang pendidikan---kurikulum, administrasi, beban guru---pagi itu Labschool UNJ mengajarkan satu hal penting: pendidikan harus tetap manusiawi.

Fun Walk ini tidak mengajarkan teori. Ia memberi teladan. Bahwa sekolah bisa menjadi rumah. Bahwa perbedaan bisa menyatu. Bahwa langkah kecil, jika dilakukan bersama, bisa membawa perubahan besar.

Dari Labschool untuk Indonesia dan Dunia

Ketika langkah-langkah itu akhirnya berhenti, saya sadar bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Labschool UNJ, dengan seluruh unitnya, sedang menapaki jalan panjang pendidikan. Jalan yang tidak selalu lurus. Tidak selalu mudah. Tetapi penuh harapan.

Dari Labschool untuk Indonesia. Dari Labschool untuk dunia.
Dan dari GBK pagi itu, saya belajar satu hal sederhana namun mendalam:
pendidikan yang baik selalu dimulai dari kebersamaan.

Pulang dari GBK Omjay dan istri diajak main ke rumah pak Sukarman di Cipinang Muara dan kami diajak ikut kondangan mbak Puji yang menikah hari ini dengan mas Adam.  Alhamdulillah dua kegiatan bisa dilaksanakan hari ini dan berjalan lancar dan meriah.

Demikianlah kisah Omjay kali ini tentang kegiatan fun walk labschool UNJ yang sangat meriah di GBK Senayan Jakarta.

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger aindonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay dan istri/dokpri
Omjay dan istri/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4