Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

PGRI Organisasi Profesi Guru Terbaik

25 Februari 2026   17:51 Diperbarui: 25 Februari 2026   19:39 186 9 1

Buku terbaru Omjay/dokpri
Buku terbaru Omjay/dokpri

Mari Kita Jadikan PGRI Organisasi Terbaik. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta. Omjay sengaja membuat buku ini agar semakin banyak orang yang lebih mengenal PGRI. Tak kenal, maka tak sayang.

Di setiap ruang kelas di seluruh penjuru negeri, ada sosok guru yang dengan sabar menyalakan cahaya ilmu. Mereka hadir bukan sekadar untuk mengajar, tetapi untuk membimbing, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan. 

Di balik peran besar itu, para guru memiliki rumah perjuangan bernama Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. Organisasi inilah yang sejak lama menjadi wadah berhimpun, berjuang, dan bertumbuh bagi para pendidik Indonesia.

PGRI bukan sekadar organisasi profesi. Ia adalah simbol persatuan, kekuatan moral, dan martabat guru. Sejak berdiri pada 25 November 1945, PGRI lahir dari semangat perjuangan para guru yang ingin mempertahankan kemerdekaan dan memajukan pendidikan nasional. 

Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Guru Nasional, sebuah momentum refleksi bahwa perjuangan guru tidak pernah berhenti. Buku ini juga sebagai pengingat bahwa perang PGRI sangat penting di era masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, di era yang terus berubah dengan cepat, pertanyaan penting muncul: sudahkah PGRI menjadi organisasi terbaik bagi seluruh anggotanya? Sudahkah ia benar-benar menjadi rumah yang nyaman, kuat, dan progresif bagi guru ASN maupun non-ASN, guru muda maupun senior, guru di kota maupun di pelosok desa?

Untuk menjadikan PGRI organisasi terbaik, langkah pertama adalah memperkuat solidaritas dan rasa memiliki. Organisasi akan besar jika anggotanya merasa dihargai dan dilibatkan. 

Setiap guru perlu merasa bahwa suaranya didengar, aspirasinya diperjuangkan, dan kontribusinya diakui. PGRI harus hadir bukan hanya saat seremoni atau peringatan hari besar, tetapi juga saat anggotanya menghadapi kesulitan, baik persoalan kesejahteraan, hukum, maupun pengembangan karier.

Kedua, PGRI perlu menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru. Di era digital, perubahan kurikulum, dan tantangan pembelajaran abad ke-21, guru dituntut terus belajar. 

PGRI dapat menyelenggarakan pelatihan yang relevan, seminar inovatif, dan komunitas belajar yang aktif. Bayangkan jika setiap cabang PGRI memiliki program rutin berbagi praktik baik, diskusi literasi digital, hingga pendampingan penulisan karya ilmiah. Guru tidak lagi berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4