Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Resolusi Ibadah 2026. Omjay bermimpi Bisa Umroh Bareng HabasyGo, Amin! Semoga doa ini diijabah Allah SWT. Aamiin ya robbal alamin. Omjay menjadi teringat ketika mendapatkan hadiah laptop dari komunitas AISEI.
Ada doa yang dipanjatkan pelan-pelan dalam sujud panjang. Ada harapan yang disimpan rapat-rapat dalam hati. Lalu ada impian yang Allah kabulkan bukan karena kita merasa pantas, tetapi karena Allah Maha Baik. Sangat baik.
Bagi Omjay---Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd---umroh bukan sekadar perjalanan religi. Ia adalah perjalanan batin. Perjalanan seorang guru yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian: mengajar, menulis, berbagi, dan terus menyalakan semangat literasi di tengah tantangan zaman.
Omjay tak pernah mengejar hadiah umroh. Ia hanya menekuni panggilan jiwanya sebagai guru. Menulis setiap hari. Membagikan ilmu tanpa lelah. Menguatkan sesama pendidik agar tidak menyerah pada keadaan. Bahkan ketika tubuhnya pernah diuji sakit dan harus keluar masuk rumah sakit, semangatnya tak pernah benar-benar padam.
Dalam kondisi lemah sekalipun, Omjay tetap menulis. Dalam keadaan terbatas sekalipun, Omjay tetap berbagi. Hingga suatu hari, kabar itu datang. Namanya diumumkan sebagai penerima hadiah umroh.
Omjay terdiam. Air mata mengalir tanpa diminta. Bukan karena merasa hebat. Justru karena merasa kecil di hadapan Allah. Omjay tahu betul, perjalanan hidupnya penuh liku. Omjay bukan siapa-siapa. Hanya seorang guru yang mencintai profesinya.
Namun mungkin di situlah rahasianya. Ketika kita tak mengejar dunia, Allah memberi dengan cara yang tak terduga.
Saat pertama kali menatap Ka'bah, hati Omjay bergetar. Omjay teringat masa kecilnya. Omjay teringat orang tua yang membesarkannya dengan doa-doa sederhana. Omjay teringat murid-muridnya yang setiap hari ia doakan agar menjadi generasi yang berakhlak dan berilmu.