Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Sebagian dari mereka kemudian berkembang menjadi penulis buku. Sebagian lagi menjadi blogger yang dikenal luas. Namun banyak juga yang tetap menulis dengan sederhana. Menulis hanya karena mereka mencintai kata-kata.
Bagi para penulis itu, Kompasiana bukan sekadar platform. Ia adalah rumah yang mempertemukan penulis dengan pembaca. Namun seperti rumah yang lain, tentu ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Beberapa waktu terakhir, sebagian penulis mulai berbicara tentang sistem apresiasi bagi penulis.
Percakapan tentang kompensasi GoPay Kompasiana mulai sering terdengar. Sebagian penulis merasa usaha mereka belum sepenuhnya dihargai. Tulisan yang dibaca ribuan orang kadang hanya menghasilkan apresiasi yang kecil. Padahal proses menulis sering membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Seorang penulis harus mencari ide. Ia juga harus membaca banyak referensi. Setelah itu tulisan disusun dengan hati-hati. Sering kali diperbaiki berkali-kali sebelum dipublikasikan.
Karena itu, ketika apresiasi terasa tidak sebanding, sebagian penulis merasa sedih. Bukan karena mereka ingin menjadi kaya dari menulis. Sebagian besar penulis sebenarnya hanya ingin dihargai. Mereka ingin tahu bahwa tulisan mereka memiliki arti.
Di berbagai platform dunia, perhatian kepada penulis terus berkembang. Platform seperti Medium memberi kompensasi berdasarkan jumlah pembaca.
Ada pula Substack yang memungkinkan penulis membangun komunitas pembaca sendiri. Model seperti ini membuat penulis merasa karyanya benar-benar dihargai. Namun OmJay percaya bahwa setiap platform memiliki perjalanan sendiri. Perubahan selalu membutuhkan waktu dan proses.
Sebagai bagian dari ekosistem Kompas Gramedia, Kompasiana sebenarnya memiliki kekuatan besar. Nama besar dan komunitas penulis yang kuat adalah modal yang luar biasa.
Karena itu, OmJay melihat kritik dari para penulis bukan sebagai serangan. Justru itu adalah tanda cinta kepada Kompasiana. Orang yang tidak peduli biasanya tidak lagi memberi saran. Mereka hanya pergi diam-diam tanpa berkata apa-apa.
OmJay berharap Kompasiana tetap menjadi rumah bagi para penulis Indonesia. Rumah yang hangat bagi siapa saja yang ingin berbagi gagasan. Omjay juga memiliki beberapa harapan sederhana untuk pengelola Kompasiana tercinta. Harapan yang lahir dari cinta kepada dunia menulis.
Bagi OmJay, menulis bukan hanya soal menghasilkan tulisan. Menulis adalah cara berbagi pengalaman hidup kepada orang lain. Omjay percaya bahwa satu tulisan bisa mengubah cara seseorang melihat dunia. Satu tulisan juga bisa memberi harapan bagi orang yang sedang putus asa. Karena itu OmJay selalu mengajak para penulis untuk tidak berhenti menulis. Meski kadang merasa lelah atau kecewa.