Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Mengapa Anak Di Bawah Usia 16 Tahun Dilarang Bermedia Sosial?

11 Maret 2026   17:48 Diperbarui: 11 Maret 2026   17:48 213 8 3

Inilah alasan mengapa banyak pihak mulai mendorong adanya pembatasan usia penggunaan media sosial.

media sosial buat anak/dokpri
media sosial buat anak/dokpri

Ketika Media Sosial Masuk ke Dunia Pendidikan

Sebagai seorang guru, saya sering melihat fenomena menarik di kelas. Anak-anak ternyata sangat cepat belajar jika teknologi dilibatkan.

Ketika mereka diminta membuat video pembelajaran sederhana, semangatnya luar biasa. Ketika diberi tugas membuat konten edukasi, kreativitas mereka muncul tanpa diminta.

Di sinilah saya teringat pengalaman Omjay, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia. Ia sudah lama memanfaatkan dunia digital untuk menggerakkan literasi.

Omjay sering mendorong siswa untuk menulis di blog, berbagi cerita, dan belajar melalui internet. Banyak murid yang awalnya tidak percaya diri menulis, akhirnya berani menuangkan gagasan mereka setelah mengenal dunia digital.

Media sosial bagi mereka bukan sekadar tempat hiburan, tetapi ruang belajar yang menyenangkan.

Namun Omjay juga selalu mengingatkan satu hal penting: teknologi harus digunakan dengan kesadaran dan tanggung jawab.

Larangan Bukan Satu-Satunya Jawaban

Membatasi media sosial bagi anak memang bisa menjadi langkah perlindungan. Tetapi larangan saja tidak akan cukup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6