Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Menjaga Santapan Anak Tetap Aman di Hari Raya dan Jangan Sampai Lebaran Berakhir di IGD.

14 Maret 2026   03:11 Diperbarui: 14 Maret 2026   03:11 216 7 3

Anak-anak biasanya paling bersemangat melihat meja penuh makanan. Mereka mencicipi hampir semua yang ada di hadapan mereka. Tidak jarang mereka juga mendapatkan banyak permen dan cokelat dari tamu yang datang bersilaturahmi.

Saya masih ingat suatu Lebaran beberapa tahun lalu. Salah satu anak kecil di keluarga kami terlihat sangat lahap memakan kue-kue Lebaran. Awalnya kami semua senang melihatnya makan dengan gembira. Namun beberapa jam kemudian, ia mengeluh sakit perut dan mual.

Peristiwa kecil itu menjadi pelajaran berharga bagi saya dan keluarga. Kami menyadari bahwa tidak semua makanan yang tersaji saat Lebaran cocok untuk anak-anak jika dikonsumsi secara berlebihan.

Belajar dari Pengalaman

Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa setiap pengalaman adalah pembelajaran. Dari kejadian tersebut, saya mulai lebih memperhatikan apa saja yang dikonsumsi anak-anak saat Lebaran.

Banyak makanan khas Lebaran sebenarnya tinggi santan, gula, dan lemak. Jika orang dewasa saja perlu membatasi konsumsi makanan tersebut, apalagi anak-anak yang sistem pencernaannya masih sensitif.

Sejak saat itu, keluarga kami membuat beberapa aturan sederhana agar santapan Lebaran tetap aman dan sehat bagi anak-anak. Kami mengajarkan kebiasaan makan sehat pada anak-anak dengan cara yang ringan dan mudah dipahami. 

Memilih Makanan yang Lebih Seimbang

Kami tetap menyajikan hidangan khas Lebaran, tetapi dengan porsi yang lebih bijak untuk anak-anak. Misalnya, anak-anak boleh makan Ketupat dan Opor Ayam, tetapi tidak dalam jumlah berlebihan.

Selain itu, kami juga menyiapkan makanan pendamping yang lebih sehat seperti buah segar. Potongan semangka, melon, atau pepaya menjadi pilihan yang menyegarkan setelah menyantap hidangan berat.

Anak-anak pun tetap senang karena mereka memiliki banyak pilihan makanan. Kita dapat menjelaskan bahwa pola makan sehat bukan berarti menahan makan secara ekstrem, tetapi mengatur porsi dan komposisi makanan secara seimbang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5