Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Mudik Lebaran ke Bandung dan Garut Jawa Barat yang Penuh Kenangan

15 Maret 2026   04:22 Diperbarui: 15 Maret 2026   04:22 143 5 5

Mudik yang Mengajarkan Makna Hidup

Bagi saya pribadi, mudik bukan hanya perjalanan fisik dari Jakarta ke Bandung dan Garut. Mudik adalah perjalanan batin.

Di tengah kesibukan sebagai guru, penulis, dan pegiat literasi, terkadang saya lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kehidupan. Mudik memberi kesempatan untuk memperlambat langkah.

Di kampung halaman, waktu terasa berjalan lebih santai. Pagi hari dimulai dengan udara segar dan suara ayam berkokok. Siang hari diisi dengan obrolan santai bersama keluarga. Malam hari diakhiri dengan nostalgia panjang yang sering kali membuat kami tertawa bersama.

Momen-momen sederhana seperti itulah yang sering kali paling membekas di hati.

Kenangan yang Tak Pernah Usai

Setiap kali mudik selesai dan saya kembali ke Jakarta, selalu ada rasa haru yang sulit dijelaskan. Rasanya seperti meninggalkan sebagian hati di kampung halaman.

Namun justru itulah yang membuat mudik selalu dinanti setiap tahun.

Kenangan mudik ke Bandung dan Garut selalu menjadi pengingat bahwa kehidupan bukan hanya tentang pekerjaan, target, atau kesibukan sehari-hari. Kehidupan juga tentang hubungan, kasih sayang, dan waktu yang dihabiskan bersama orang-orang tercinta.

Saya percaya, selama tradisi mudik masih ada, selama keluarga masih berkumpul setiap Lebaran, selama itu pula nilai-nilai kebersamaan akan tetap hidup di tengah masyarakat kita.

Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5