Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini tentang meninggalnya bapak Rusmono dosen fakultas teknik UNJ dan juga pascasarjana UNJ. Beliau juga pernah menjadi pimpinan kami di Labschool UNJ.

Beliau berpulang karena Serangan Jantung, Dr. Ir. H. Rusmono, M.Pd adalah Dosen IKIP Jakarta sekarang UNJ yang Pernah Mengajar Saya ketika menjadi mahasiswa S1 dan S2.
Semalam kabar duka datang di wa group sekolah dan kabar duka itu datang begitu cepat dan menyentuh hati. Sebuah pesan singkat di grup WhatsApp keluarga besar SMP Labschool Jakarta membawa berita duka cita yang membuat banyak orang terdiam.

Bapak Dr. Ir. H. Rusmono, M.Pd telah berpulang ke rahmatullah. Brliau meninggal dalam usia 66 tahun.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun."
Doa itu langsung mengalir dari banyak orang yang pernah mengenal beliau. Keluarga, mahasiswa, sahabat, kolega, para guru, serta alumni Labschool Universitas Negeri Jakarta turut merasakan kehilangan yang mendalam.

Bagi saya pribadi, kabar ini bukan sekadar berita duka tentang seorang tokoh pendidikan. Lebih dari itu, Pak Rusmono adalah dosen saya ketika masih kuliah di IKIP Jakarta.
Beliau adalah salah satu sosok yang pernah memberi warna dalam perjalanan pendidikan saya sebagai mahasiswa IKIP Jakarta dan UNJ yang kelak memilih jalan hidup sebagai guru.

Menurut informasi yang beredar di kalangan keluarga dan sahabat, Pak Rusmono meninggal dunia karena serangan jantung saat dirawat di RS Harum Kalimalang, Jakarta Timur.
Kepergian beliau begitu mengejutkan banyak pihak, karena sebelumnya beliau masih aktif beraktivitas dan berkomunikasi dengan berbagai kolega di dunia pendidikan.
Kabar duka ini kemudian menyebar dengan cepat di berbagai grup alumni, guru, dan keluarga besar Labschool UNJ.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai arah.
"Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis salah satu sahabat beliau.
Banyak yang mengenang sosok Pak Rusmono sebagai pribadi yang tenang, bersahaja, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

Dosen yang Menginspirasi Mahasiswanya
Ketika saya masih menjadi mahasiswa di IKIP Jakarta yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pak Rusmono adalah salah satu dosen yang mengajar kami dengan penuh kesungguhan.
Beliau bukan tipe dosen yang sekadar menyampaikan materi kuliah. Ia mengajar dengan hati. Beliau mengajari kami cara berpikir logis dan ilmiah.
Setiap penjelasannya selalu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia sering mengaitkan teori dengan pengalaman nyata di lapangan. Dari situ kami belajar bahwa pendidikan tidak hanya soal konsep, tetapi juga soal praktik dan keteladanan.
Sebagai mahasiswa, kami sering melihat beliau sebagai sosok yang tegas namun tetap ramah. Ia menghargai mahasiswa yang mau bertanya, berdiskusi, dan berpikir kritis.
Bagi kami, kehadiran beliau di kelas selalu memberi semangat baru untuk belajar lebih serius.
Mungkin saat itu kami belum sepenuhnya menyadari bahwa pelajaran yang diberikan Pak Rusmono bukan hanya tentang materi kuliah. Ia sedang menanamkan nilai-nilai menjadi seorang pendidik yang bertanggung jawab.

Pernah Memimpin BPS Labschool UNJ
Selain dikenal sebagai dosen, Pak Rusmono juga pernah mengemban amanah penting sebagai Ketua Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ).
Di posisi tersebut, beliau ikut berperan dalam perjalanan pengembangan sekolah-sekolah Labschool yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Indonesia.
Banyak guru mengenang beliau sebagai pemimpin yang terbuka terhadap gagasan baru. Ia selalu mendorong inovasi dalam pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan.
Pak Rusmono percaya bahwa sekolah harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Guru tidak boleh berhenti belajar. Siswa harus diberi ruang untuk berkembang sesuai potensi mereka.
Pemikiran-pemikiran itulah yang membuat banyak orang menghormati beliau, bukan hanya sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai tokoh pendidikan.
Suasana Haru di Rumah Duka
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Pangkalan Jati IV No. 51, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.
Sejak semalam hingga pagi, rumah duka dipenuhi oleh para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Proses pemulasaraan jenazah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan memandikan jenazah di rumah beliau. Setelah itu, almarhum dishalatkan di masjid terdekat sekitar pukul 08.30 WIB.
Suasana haru terasa di setiap sudut. Banyak pelayat yang menundukkan kepala dalam doa. Beberapa terlihat meneteskan air mata mengenang sosok yang selama ini mereka hormati.
Setelah prosesi salat jenazah selesai, almarhum kemudian diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum Kemiri, Rawamangun untuk dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB.
Di sanalah perjalanan dunia Pak Rusmono berakhir.
Namun pengabdian dan teladan hidupnya akan terus dikenang.
Guru Boleh Pergi, Keteladanan Tetap Hidup
Kepergian Pak Rusmono mengingatkan kita bahwa seorang guru atau dosen mungkin suatu saat akan pergi. Namun ilmu dan keteladanan yang ia tanamkan akan terus hidup dalam diri murid-muridnya.
Hari ini saya mengenang beliau bukan hanya sebagai dosen yang pernah mengajar saya.
Saya mengenangnya sebagai sosok pendidik yang telah memberikan inspirasi tentang arti pengabdian dalam dunia pendidikan.
Selamat jalan Pak Rusmono.
Terima kasih atas ilmu, nasihat, dan teladan yang pernah Bapak berikan kepada kami.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Bapak, mengampuni segala dosa Bapak, dan menempatkan Bapak di tempat terbaik di sisi-Nya.
Innalillahi wa innalillahi rojiun.
Penutup
Seorang dosen mungkin telah pergi, tetapi jejaknya akan selalu hidup di hati murid-muridnya. Saya adalah salah satu murid atau mahasiswanya yang bersaksi tentang itu. Selamat jalan pak Rusmono dosen kami yang baik hatinya.
Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger Indonesia
