Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Saat Vertigo Menyerang di Perjalanan Mudik Omjay

19 Maret 2026   18:21 Diperbarui: 19 Maret 2026   20:09 238 3 0

Alhamdulillah pak edmu dan istri dari Banjarbaru datang ke rumah Omjay di Bandung/dokpri
Alhamdulillah pak edmu dan istri dari Banjarbaru datang ke rumah Omjay di Bandung/dokpri

Kisah Omjay kali ini diberikan Judul: "Di Antara Nyawa dan Doa: Saat Vertigo Menyerang di Perjalanan Mudik Omjay". Alhamdulillah baru saja Omjay kedatangan tamu dari Banjarbaru dan Banjarmasin.

https://youtu.be/xF67MTa91F0?si=0I0I_EH6ktypdJXc

Perjalanan mudik yang seharusnya penuh kebahagiaan, berubah menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam hidup Omjay. Alhamdulillah Omjay sudah di Bandung dan bertemu dengan salah satu tim solid Omjay di kbmn PGRI.

Hari itu, jalanan padat. Mobil melaju perlahan, sesekali berhenti karena arus kendaraan yang tak kunjung reda. Di dalam mobil, suasana awalnya hangat. Adancanda kecil, obrolan ringan, dan harapan akan bertemu keluarga di kampung halaman.

Namun, takdir berkata lain.

Tiba-tiba, dunia Omjay terasa berputar hebat. Vertigo yang selama ini kadang datang dan pergi, kini menyerang tanpa ampun. Kepala terasa berat, pandangan kabur, dan tubuh mulai kehilangan kendali.

Belum sempat ia berkata apa-apa, sesuatu yang lebih mengerikan terjadi. Tangan kanannya mendadak tak bisa digerakkan. Mulutnya terasa kaku...dan terkunci. Seolah ada sesuatu yang menahan setiap kata yang ingin keluar.

Dalam diam yang mencekam itu, Omjay hanya bisa pasrah. Dalam hati, Omjay berbisik lirih, "Ya Allah... apakah ini saatnya?"

Istri yang duduk di sampingnya langsung panik, namun tetap berusaha tenang. Dengan tangan gemetar, ia segera meraih tas obat yang selalu dibawa. Omjay tahu, ini bukan sekadar pusing biasa.

Keponakan Omjay, Alda, yang ikut dalam perjalanan itu, sigap membantu. Dengan cepat ia mengambil air mineral dan menyiapkan obat. Tangannya cekatan, tapi matanya tak bisa menyembunyikan rasa takut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7