Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Darimana Ide Menulis Datang? Cara Gampang Temukan Ide Menulis

25 Maret 2026   10:19 Diperbarui: 25 Maret 2026   13:51 210 10 2

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

Seorang kawan bertanya kepada Omjay. Darimana Ide Menulis Datang? Inilah Sebuah Kisah Omjay yang mengalir dari hati untuk pembaca kompasiana tercinta.

Pagi itu terasa berbeda. Udara kota Bandung masih dingin, sisa embun menempel di dedaunan halaman rumah Omjay. 

Omjay duduk di teras, memegang secangkir kopi pahit hangat yang perlahan mengepulkan uap. Omjay tak lagi minum kopi manis karena terkena diabetes.

Di tangannya, bukan buku tebal atau referensi ilmiah, melainkan sebuah ponsel sederhana yang menjadi "jendela dunia"-nya. Intan anak pertama Omjay yang membelikannya.

Namun, pagi itu Omjay tidak langsung menulis seperti biasanya. Layar ponselnya kosong. Kursor berkedip pelan. Seolah bertanya, "Hari ini, Omjay ingin menulis apa?"

Omjay tersenyum tipis. Pertanyaan itu bukan hal baru. Hampir setiap hari Omjay mengalaminya. Banyak orang mengira seorang penulis produktif seperti dirinya tidak pernah kehabisan ide. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Omjay sering memulai dari kekosongan.

Lalu dari mana ide itu datang? Adakah cara gampang menemukan ide menulis? Mari kita tonton video berikut ini:

https://youtu.be/oc0SMqYqUqo?si=wQkpm4lQQJglgdwF

Omjay menarik napas panjang setelah menonton videonya. Omjay memejamkan mata sejenak. Ingatannya melayang ke masa lalu, ketika Omjay pertama kali belajar menulis. Waktu itu belum ada kecerdasan buatan atau AI seperti sekarang ini.

Saat itu, Omjay juga sering bertanya hal yang sama. Omjay merasa harus menemukan ide besar, ide hebat, ide yang luar biasa agar tulisannya layak dibaca orang lain. Bahkan oleh orang banyak yang tidak Omjay kenal.

Namun, waktu mengajarkannya satu hal penting: ide besar seringkali lahir dari hal-hal kecil yang kita rasakan. Ide remeh temeh bisa menjadi bahan tulisan kita. Itulah pesan dari Kang Pepih Nugraha founder kompasiana waktu itu.

Pagi itu, suara burung yang berkicau di pohon mangga depan rumah tiba-tiba menyadarkannya. Omjay membuka mata. Lalu Omjay memperhatikan sekeliling. Istrinya di dalam rumah sedang menyiapkan sarapan. Tetangga menyapu halaman. Seorang anak kecil berlari sambil tertawa mengejar layangan putus.

Terlihat Sederhana. Biasa saja. Tapi bagi Omjay, di situlah ide mulai tumbuh. Omjay mulai mengetik:

"Pagi ini aku belajar bahwa kehidupan tidak pernah kehabisan cerita, hanya kita saja yang sering lupa memperhatikannya..."

Jari-jarinya mulai bergerak lebih cepat. Kata demi kata mengalir. Tanpa terasa, paragraf demi paragraf terbentuk.

Omjay tersenyum lagi. Omjay sadar, ide menulis bukan sesuatu yang harus dicari jauh-jauh. Ide itu ada di sekitar kita. Ide ada dalam pengalaman, dalam rasa, bahkan dalam luka.

Omjay saat dirawat di rs immanuel bandung/dokpri
Omjay saat dirawat di rs immanuel bandung/dokpri

Omjay teringat saat pernah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Tanpa internet, tanpa dunia maya, hanya ada dirinya dan pikirannya sendiri. Saat itu Omjay sempat merasa kehilangan. Omjay seolah tidak punya bahan untuk menulis.

Namun justru di situlah Omjay menemukan ide yang paling jujur. Omjay menulis tentang kesepian. Tentang rasa takut. Tentang harapan untuk sembuh. Tulisan itu bukan hanya menjadi artikel, tetapi juga menjadi terapi bagi jiwanya. Dari situlah Omjay memahami: ide terbaik bukan yang paling hebat, tetapi yang paling jujur.

Omjay kemudian menuliskan pengalamannya mengajar, bertemu siswa, berbincang dengan sesama guru, hingga perjalanan hidupnya sebagai pegiat literasi. Semua itu menjadi sumber ide yang tak pernah habis.

Kadang ide datang dari kebahagiaan. Kadang dari kesedihan. Kadang dari kegagalan. Bahkan kadang dari pertanyaan sederhana yang belum terjawab.

Seorang murid pernah bertanya kepada Omjay, "Pak, bagaimana supaya bisa menulis seperti Bapak?"

Omjay tidak langsung menjawab panjang lebar. Omjay hanya tersenyum dan berkata,
"Mulailah dari apa yang kamu rasakan hari ini."

Karena bagi Omjay, menulis bukan soal pintar merangkai kata. Menulis adalah soal kepekaan hati. Apalagi dengan adanya kecerdasan buatan atau AI.

Pagi itu, tulisan Omjay hampir selesai. Omjay membaca ulang dari awal hingga akhir. Tidak ada kata-kata yang terlalu rumit. Tidak ada istilah yang sulit. Tapi ada sesuatu yang terasa hangat. Ada sebuah kejujuran yang mengalir dari hati.

Kemudian Omjay menutup tulisannya dengan kalimat sederhana:

"Ide menulis tidak pernah pergi. Ia hanya menunggu kita untuk berhenti sejenak, melihat, merasakan, lalu menuliskannya dengan hati."

Omjay meletakkan ponselnya. Kopinya sudah dingin, tapi hatinya terasa hangat. Hari itu ia kembali belajar, bahwa menjadi penulis bukan tentang mencari ide ke langit yang tinggi, tetapi tentang menyelami kehidupan yang kita jalani setiap hari. Dan dari situlah, ide akan datang tanpa perlu dipaksa.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger Indinesia
Blog https://wijayalabs.com

Mohon maaf lahir dan batin/dokpri
Mohon maaf lahir dan batin/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3