Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay yang Tak Pernah Menyerah Kalah

1 April 2026   13:50 Diperbarui: 1 April 2026   13:50 127 2 1


https://www.youtube.com/watch?v=zwpavVg6pyQ&t=1271s

Inspirasi Siang hari dari Omjay dengan tema Ketika Syukur Menjadi Jalan Bahagia. Sebuah Kisah Omjay yang Tak Pernah Menyerah Kalah. Omjay harus mampu menaklukan diri sendiri. Sebab menaklukan ribuan orang belum dapat disebut sebagai pemenang. Namun mampu mengalahkan diri sendiri itulah pemenang sejati.

Rabu siang ini terasa berbeda bagi Omjay atau Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Matahari sudah sepenuhnya tinggi, namun hatinya sudah dipenuhi gelombang rasa: antara lelah, harap, dan keyakinan yang tak pernah padam. 

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

Di balik senyum yang sering Omjay bagikan kepada banyak orang, ada cerita panjang tentang perjuangan, kesabaran, dan satu kunci utama yang selalu Omjay pegang erat yaitu banyak bersyukur.

Omjay bukanlah sosok yang hidup tanpa ujian. Justru sebaliknya, perjalanan hidupnya penuh liku. Pernah suatu masa, Omjay merasa semua yang diupayakan seakan tak membuahkan hasil. 

Tulisan-tulisannya selalu sepi pembaca, jerih payahnya seperti tak terlihat, bahkan dalam dunia pendidikan yang Omjay cintai, penghargaan itu terasa begitu jauh.

Namun, Omjay teringat sebuah kalimat bijak dari Ali bin Abi Thalib: "Syukurilah takdirmu maka kau akan bahagia." Kalimat sederhana itu menjadi pelita di tengah gelapnya keraguan.

Omjay mulai belajar menerima. Bukan menyerah, tapi memahami bahwa hidup memang bukan tentang selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Kadang, Allah SWT justru memberi apa yang kita butuhkan walaupun dalam bentuk ujian.

Hari-hari pun terus berjalan. Omjay tetap menulis. Omjay tetap berbagi di kompasiana. Meski tak banyak yang membaca, Omjay percaya setiap huruf yang Omjay rangkai adalah amal kebaikan. Omjay selalu mengingat firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui siapa orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar di antara kalian." (Q.S Muhammad: 31)

Ayat itu bukan sekadar dibaca, tapi dihidupkan dalam kesehariannya.

Omjay ketika menjadi narsum di Bengkulu/dokpri
Omjay ketika menjadi narsum di Bengkulu/dokpri

Suatu hari, sebuah kejadian mengubah cara pandangnya lebih dalam lagi. Saat itu, Omjay bertemu dengan seorang guru di pelosok daerah yang tetap mengajar dengan penuh semangat, meski fasilitas sangat terbatas. 

Tidak ada proyektor, tidak ada internet stabil, bahkan buku pun seadanya. Namun wajah guru itu tetap bersinar.

"Pak, saya bahagia bisa mengajar," kata guru itu dengan tulus.

Omjay tertegun. Omjay merasa seperti ditampar oleh kenyataan. Selama ini, ia sering merasa kurang. Padahal, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. 

Dari situlah, Omjay benar-benar memahami bahwa kebahagiaan bukan tentang apa yang kita miliki, tapi bagaimana kita mensyukurinya.

Sejak saat itu, Omjay berubah. Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas, Omjay selalu meluangkan waktu untuk bersyukur. Bukan hanya atas hal-hal besar, tapi juga hal kecil: napas yang masih diberikan, kesempatan mengajar, keluarga yang mendukung, hingga secangkir kopi hangat di pagi hari. Dan perlahan, keajaiban itu datang.

Tulisan-tulisannya mulai banyak dibaca. Banyak guru yang terinspirasi. Pesan-pesan masuk ke ponselnya, mengucapkan terima kasih karena tulisannya mampu menguatkan hati yang lelah. Omjay tersenyum. Bukan karena terkenal, tapi karena ia merasa hidupnya mulai bermakna.

Omjay dan para pemenang lomba blog PGRI/dokpri
Omjay dan para pemenang lomba blog PGRI/dokpri

Omjay sadar, kebahagiaan itu bukan datang dari luar, tapi tumbuh dari dalam. Bahagia berasal dari hati yang pandai bersyukur. Namun perjalanan belum selesai. Ujian tetap datang. 

Ada hari di mana Omjay kembali merasa lelah. Ada waktu di mana Omjay hampir menyerah. Tapi kini, Omjay sudah memiliki pegangan yang kuat. Omjay selalu berkata pada dirinya sendiri,

"Ini bukan hukuman. Ini latihan dari Allah."

Kalimat itu menjadi penguat. Omjay yakin bahwa setiap ujian adalah bentuk cinta Allah untuk menaikkan derajat hamba-Nya. Omjay pun terus melangkah. Omjay mengajarkan kepada murid-muridnya bukan hanya ilmu, tapi juga nilai kehidupan. 

Omjay sering berkata di depan kelas:

"Anak-anak, jika kalian ingin bahagia, belajarlah bersyukur. Karena hidup ini tidak akan selalu sesuai keinginan kita, tapi bisa selalu kita nikmati jika kita pandai mensyukurinya."

Murid-muridnya terdiam, merenung. Kata-kata itu sederhana, tapi menyentuh. Kini, Omjay tidak lagi mengejar kebahagiaan. Omjay menciptakannya dengan penuh rasa syukur, dengan penuh rasa sabar, dan dengan penuh keyakinan bahwa setiap takdir adalah yang terbaik dari Allah SWT. Termasuk juga nikmat SAKIT. Omjay dirawat beberapa hari di rumah sakit untuk beristirahat.


Omjay telah membuktikan bahwa tidak ada penderitaan yang abadi. Tidak ada kebahagiaan yang abadi. Tapi bagi mereka yang pandai bersyukur, kebahagiaan itu akan selalu ada, dalam bentuk yang mungkin tak selalu kita sadari. Dan siang hari ini setelah sholat berjamaah di masjid Baitul Ilmi Labschool Jakarta, seperti hari-hari sebelumnya, Omjay kembali menulis. 

Omjay hanya ingin membagikan semangat kepada siapa saja yang membacanya. Siapa saja yang saat ini mungkin sedang terpuruk dan ingin bangkit dalam hidupnya. Berkali kita jatuh lekas berdiri jangan mengeluh. Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal.


Karena Omjay tahu, di luar sana, mungkin ada seseorang yang sedang hampir menyerah. Dan jika tulisan ini sampai kepadamu, maka percayalah bahwa Allah sedang melatih kesabaranmu, bukan menghukummu. Allah sedang menyiapkan versi terbaik dari dirimu.

Di ujung setiap lelah, selalu ada harapan yang Allah SWT siapkan. Jangan berhenti melangkah hanya karena hari ini terasa berat. Bisa jadi, satu langkah lagi adalah pintu menuju keajaiban yang selama ini kamu tunggu. 

Tetaplah bersyukur dalam segala keadaan, karena dari situlah hati menjadi kuat, jiwa menjadi tenang, dan hidup terasa cukup. Jangan menyerah… karena Allah belum selesai menuliskan kisah indahmu.

Tetaplah bersyukur. Tetaplah bersabar. Dan jangan banyak menuntut hasil, lalu jangan pernah menyerah kalah. Barakallah fiikum.


Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4