Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Air Mata dan Perjuangan Omjay Melawan Penyakit Menuju Sehat Ala Ibnu Sina

7 April 2026   07:12 Diperbarui: 7 April 2026   07:23 395 13 11

air mata Omjay/Chatgpt
air mata Omjay/Chatgpt

Kisah Omjay kali ini tentang "Air Mata dan Perjuangan Omjay Melawan Penyakit, Ending-nya Bikin Merinding!" Kisah Nyata  melawan Hipertensi, Diabetes, dan Vertigo. Sebuah Jalan Sunyi Omjay Menemukan Keseimbangan ala Ibnu Sina. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Di sebuah pagi yang hening, ketika mentari baru saja menyapa bumi dengan cahaya lembutnya, Omjay duduk di teras rumahnya yang mungi di Jatibening, Bekasi. Secangkir air hangat di tangan kanan, dan di tangan kiri, buku catatan kecil yang selalu setia menemaninya. Namun kali ini, Omjay tidak menulis. Omjay hanya diam saja sambil merenung. 

Tubuhnya pernah "berteriak". 

Air mata Omjay/ChatGPT
Air mata Omjay/ChatGPT

Hipertensi membuat kepalanya berat. Diabetes mengintai dalam diam, menggerogoti energi yang dulu begitu melimpah. Dan vertigo... ah, penyakit itu seperti badai tak terduga. Dia datang tiba-tiba, memutar dunia, dan membuatnya merasa seolah kehilangan pijakan.

Sebagai seorang guru, penulis, dan pembelajar sepanjang hayat, Omjay terbiasa memberi. Tapi kali ini, Omjay dipaksa untuk belajar menerima. Omjay harus belajar menerima bahwa tubuhnya juga butuh didengar.

Di titik itulah, Omjay menemukan kembali pemikiran dari Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar yang tidak hanya mengobati tubuh, tetapi juga jiwa. Seorang kawan memberikan tulisannya kepada Omjay. Pikiran ternyata menjadi wal penyakit menjadi besar.

Ketika Pikiran Menjadi Kunci Penyembuhan. Omjay mulai memahami satu hal penting: penyakit tidak selalu berawal dari tubuh, tetapi sering kali dari pikiran. Hari-hari Omjay dulu penuh tekanan. Mengajar, menulis, berbagi inspirasi, hingga larut malam. 

https://youtu.be/roBIjp4IPiQ

Omjay pikir itu semua adalah bentuk dedikasi. Namun tanpa disadari, pikirannya lelah. Omjay teringat kutipan Ibnu Sina:

"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4