Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Pinjol itu Madu atau Racun?

20 April 2026   15:59 Diperbarui: 20 April 2026   16:00 183 6 5

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Pinjol Itu Madu atau Racun? Kisah Omjay di Tengah Godaan Pinjaman Online

Oleh: Omjay (Dr. Wijaya Kusumah)

“Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu…”

Lirik lagu legendaris Madu dan R⁹acun seakan hidup kembali di era digital hari ini. Bedanya, kini bukan lagi soal cinta yang membingungkan, tetapi tentang pinjaman online—atau yang akrab disebut pinjol—yang kian merajalela.

Saya, Omjay, seorang guru yang sehari-hari berinteraksi dengan siswa dan masyarakat, menyaksikan langsung bagaimana pinjol hadir dalam kehidupan banyak orang. Ia tidak sekadar angka dalam laporan ekonomi. Ia adalah cerita. Ia adalah air mata. Ia juga, di sisi lain, harapan.

Suatu sore, setelah selesai mengajar, saya didatangi seorang wali murid. Wajahnya tampak lelah. Matanya sembab, seolah semalam tak tidur.

“Pak Guru,” katanya pelan, “saya butuh cerita ke seseorang.”

Kami duduk di bangku kayu di depan kelas. Ia mulai bercerita. Suaminya baru saja kehilangan pekerjaan. Sementara anaknya—yang juga murid saya—harus tetap sekolah. Biaya hidup terus berjalan.

Dalam keadaan terdesak, ia menemukan solusi instan: pinjaman online.

“Cuma lima menit, Pak. Uangnya langsung masuk,” ujarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6