Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menjaga Sholat di Tengah Kesibukan Dunia

26 April 2026   10:26 Diperbarui: 26 April 2026   10:26 220 10 5

Shalat juga memiliki dimensi spiritual yang luar biasa. Ia bukan hanya penghubung antara hamba dan Tuhannya, tetapi juga sarana pembersih dosa. Setiap rakaat yang kita dirikan, setiap doa yang kita panjatkan, menjadi penghapus kesalahan yang mungkin kita lakukan tanpa sadar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan yang penuh tekanan, shalat adalah "ruang aman" bagi jiwa. Ketika lelah melanda, ketika harapan terasa menipis, shalat menjadi tempat kembali. Ia mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri. Ada Allah yang selalu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita.

Lebih dari itu, shalat juga melatih kedisiplinan dan keistiqamahan. Lima waktu yang telah ditentukan mengajarkan kita untuk menghargai waktu. Subuh mengajarkan kita untuk bangun lebih awal, Zuhur dan Ashar mengingatkan kita di tengah kesibukan siang, Maghrib dan Isya menjadi penutup hari yang penuh makna.

Jika kita mampu menjaga shalat dengan baik, maka secara tidak langsung kita juga sedang membangun karakter yang kuat: disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi.

Maka, mari kita mulai memperbaiki shalat kita. Bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas. Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi hadirkan hati kita di dalamnya. Rasakan setiap bacaan, hayati setiap gerakan, dan sadari bahwa kita sedang berdialog dengan Allah.

Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai. Justru dengan memperbaiki shalat, kita sedang menuju kesempurnaan itu. Mulailah dari hal sederhana: tepat waktu, menjaga wudhu, memahami arti bacaan, dan berusaha fokus meskipun hanya beberapa detik.

Semoga setiap sujud kita menjadi tempat kembali hati yang lelah. Semoga setiap rakaat menjadi penghapus dosa. Dan semoga setiap shalat yang kita tegakkan menghadirkan ketenangan serta keberkahan dalam hidup dan usaha kita.

Mari kita tutup dengan doa:
Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba yang menjaga shalat dengan penuh kekhusyukan dan keistiqamahan. Jadikan shalat sebagai penyejuk hati kami, penguat langkah kami, dan cahaya dalam kehidupan kami. Wafatkan kami dalam keadaan mencintai dan menegakkannya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Tetap semangat menjalani hari dengan iman yang terjaga. Barakallah fiikum.

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3