Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
https://youtu.be/spIzVg4tHao?si=drYzHKp9WWfw_UMq
Inspirasi Pagi: Menjaga Shalat di Tengah Kesibukan Dunia. Ahad, 26 April 2026. Inilah kisah Omjay hari ini. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Di tengah derasnya arus kehidupan modern, kita sering kali terjebak dalam rutinitas yang padat: pekerjaan yang menumpuk, target yang harus dicapai, urusan keluarga yang menanti, hingga distraksi digital yang tak pernah berhenti. Hari-hari terasa begitu cepat berlalu, seolah waktu berlari tanpa jeda. Namun, di balik semua kesibukan itu, ada satu hal yang seharusnya tidak pernah kita abaikan: shalat.
Shalat bukan sekadar kewajiban ritual yang dilaksanakan lima kali sehari. Ia adalah tiang utama kehidupan seorang muslim, fondasi yang menopang seluruh amal dan aktivitas kita. Ketika shalat dijaga, maka kehidupan akan terjaga. Sebaliknya, ketika shalat mulai diabaikan, maka perlahan-lahan keseimbangan hidup pun ikut terganggu.
Menjelang akhir hayatnya, Rasulullah memberikan pesan yang sangat menyentuh dan penuh makna. Dalam kondisi yang lemah, beliau berulang kali mengucapkan, "Ash-shalaah, ash-shalaah..." (jagalah shalat, jagalah shalat). Ini bukan sekadar pengulangan biasa, melainkan penegasan akan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang muslim. Jika di detik-detik terakhir kehidupan beliau masih mengingatkan tentang shalat, lalu bagaimana dengan kita yang masih diberi kesempatan hidup?
Sering kali kita menunda shalat dengan alasan sibuk. "Nanti saja setelah pekerjaan selesai," atau "sebentar lagi, tunggu waktu senggang." Padahal, kesibukan itu tidak akan pernah benar-benar selesai. Justru dengan menjaga shalat, Allah akan memudahkan urusan-urusan kita. Shalat bukan penghambat aktivitas, melainkan sumber kekuatan untuk menjalani aktivitas itu sendiri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun: 1--2)
Ayat ini memberikan gambaran jelas bahwa keberuntungan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi dari kualitas hubungan kita dengan Allah, yang salah satunya tercermin dalam kekhusyukan shalat. Khusyuk bukan sekadar diam dan tenang, tetapi menghadirkan hati sepenuhnya dalam setiap gerakan dan bacaan shalat.
Namun, menjaga kekhusyukan bukan perkara mudah. Pikiran kita sering melayang ke mana-mana: memikirkan pekerjaan, masalah, atau bahkan hal-hal sepele. Di sinilah pentingnya melatih diri. Shalat adalah momen kita "berhenti sejenak" dari dunia, menghadap Sang Pencipta, dan menyerahkan segala beban kepada-Nya.
Bayangkan jika setiap sujud yang kita lakukan benar-benar kita hayati sebagai tempat mencurahkan segala keluh kesah. Betapa ringan hati ini setelahnya. Betapa tenang jiwa ini ketika kita sadar bahwa ada Zat Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Mengatur segala urusan kita.