Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Konkercab 1 Pgri Karanganyar 2026

28 April 2026   18:22 Diperbarui: 28 April 2026   18:22 103 0 0

Konkercab 1 PGRI Karanganyar/pgri
Konkercab 1 PGRI Karanganyar/pgri

Kisah Omjay kali ini tentang Konkerkab I PGRI Karanganyar 2026 yang sedang berlangsung. Temanya Meneguhkan Komitmen Guru untuk Indonesia Emas. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta. Sebelum kegiatan konkercab pgri karanganyar juga mengadakan halal bihalal.

https://youtube.com/shorts/nvO_FDbUOog?si=-hwhGb3TQuSEpsd_

Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan tampak jelas dalam pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang digelar pada Selasa, 28 April 2026. Bertempat di Gedung Guru PGRI Kabupaten Karanganyar, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi, memperkuat program kerja, serta meneguhkan peran strategis guru dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas.

Mengusung tema "Transformasi PGRI, Menuju Indonesia Emas", Konkerkab I ini dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI, perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan, serta tokoh-tokoh pendidikan di wilayah Karanganyar. Dengan balutan seragam khas PGRI, para peserta menunjukkan kekompakan dan dedikasi yang tinggi terhadap profesi guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar menyampaikan pentingnya Konkerkab sebagai forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret ke depan. Ia menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah besar bagi para guru untuk saling menguatkan, berbagi inspirasi, dan memperjuangkan hak serta martabat guru.

"Konkerkab ini bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang refleksi dan proyeksi. Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru," ujarnya dengan penuh semangat.

Dalam pelaksanaan Konkerkab I ini, berbagai agenda penting dibahas secara mendalam. Mulai dari evaluasi program kerja sebelumnya, penyusunan rencana kerja ke depan, hingga penguatan peran guru dalam menghadapi tantangan era digital. Para peserta aktif memberikan masukan, ide, dan gagasan inovatif demi kemajuan organisasi dan dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah transformasi digital dalam dunia pendidikan. Di era yang serba cepat dan berbasis teknologi ini, guru dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya. PGRI sebagai organisasi profesi memiliki peran penting dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas guru, baik melalui pelatihan, workshop, maupun program-program pengembangan profesional berkelanjutan.

Selain itu, isu kesejahteraan guru juga menjadi topik yang tak kalah penting. Dalam forum tersebut, disampaikan berbagai aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan, perlindungan hukum, serta pengakuan terhadap profesi guru. Hal ini sejalan dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI yang menempatkan kesejahteraan anggota sebagai salah satu prioritas utama.

Menariknya, suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya berdiskusi secara formal, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan cerita inspiratif dari lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa PGRI bukan hanya organisasi struktural, tetapi juga komunitas yang hidup dan dinamis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2