Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Payung Kehidupan Tetap Melindungi Meski Terlupakan

11 Mei 2026   20:31 Diperbarui: 12 Mei 2026   07:35 140 9 2

Omjay teringat ketika dulu mengajar di sekolah dengan fasilitas yang sangat terbatas. Komputer belum memadai, internet masih lambat, bahkan banyak guru belum mengenal dunia digital. Namun Omjay tidak menyerah. Omjay belajar menulis blog, belajar teknologi, lalu membagikan ilmunya kepada sesama guru di seluruh Indonesia.

Banyak guru yang awalnya tidak percaya diri menulis akhirnya mampu menerbitkan buku. Banyak guru yang takut teknologi akhirnya berani tampil di dunia digital. Semua itu membuat Omjay bahagia.

Anehnya, tidak semua orang mengingat proses perjuangan tersebut. Ada yang datang hanya ketika membutuhkan bantuan membuat tulisan. Ada yang mendekat saat ingin belajar teknologi. Bahkan ada yang tiba-tiba akrab ketika membutuhkan rekomendasi atau dukungan. Namun setelah berhasil, sebagian perlahan menjauh.

Kalau dipikir dengan perasaan manusia biasa, tentu hal itu bisa membuat kecewa. Tetapi Omjay memilih belajar dari payung. Payung tidak pernah memilih siapa yang akan dilindungi. Ia tidak bertanya apakah orang itu akan berterima kasih atau melupakannya nanti. Tugas payung hanyalah melindungi. Begitu pula hidup seorang guru.

Guru sejati mengajar bukan untuk dipuji manusia. Guru mengajar karena itu adalah panggilan hati. Ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan ketika melihat murid berhasil. Ada rasa syukur ketika ilmu yang diberikan menjadi manfaat bagi orang lain.

Omjay percaya, kebaikan yang tulus tidak akan pernah sia-sia.

Suatu hari, Omjay pernah bertemu mantan muridnya di sebuah pusat perbelanjaan. Murid itu kini sudah sukses bekerja di perusahaan besar. Dengan mata berkaca-kaca, murid tersebut berkata:

"Omjay, dulu bapak pernah menyemangati saya ketika saya hampir putus sekolah. Kata-kata bapak masih saya ingat sampai sekarang."

Omjay terdiam sesaat. Omjay bahkan hampir lupa pernah mengucapkan kalimat itu. Tetapi bagi muridnya, nasihat sederhana tersebut menjadi titik perubahan hidup. Dari situ Omjay sadar bahwa kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa menjadi sangat besar di mata orang lain.

Kadang kita merasa lelah membantu orang. Kadang kita kecewa karena tidak dihargai. Kadang kita sedih karena dilupakan setelah berjuang. Namun hidup bukan tentang seberapa banyak manusia mengingat jasa kita.

Hidup adalah tentang seberapa tulus kita menjalankan amanah dari Allah. Bukankah matahari tetap bersinar walaupun banyak manusia tidak pernah mengucapkan terima kasih?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4