Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Payung Kehidupan Tetap Melindungi Meski Terlupakan

11 Mei 2026   20:31 Diperbarui: 12 Mei 2026   07:35 140 9 2

Bukankah pohon tetap memberi buah walaupun sering dilempari batu? Bukankah payung tetap melindungi walaupun hanya dicari saat hujan?

Omjay kemudian teringat firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat itu menjadi penguat hati. Kebaikan sejati memang tidak selalu mendapatkan balasan langsung dari manusia. Namun Allah melihat setiap niat baik, setiap langkah kecil, dan setiap ketulusan hati hamba-Nya.

Karena itulah Omjay terus menulis. Omjay tetap berbagi inspirasi setiap hari melalui blog dan media sosialnya. Ia terus memotivasi guru-guru agar semangat berkarya. Ia ingin para guru Indonesia sadar bahwa mereka sangat berharga.

Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas. Guru adalah pelita kehidupan. Guru adalah payung yang melindungi generasi bangsa dari kebodohan. Guru adalah matahari yang terus bersinar memberi cahaya ilmu.

Dalam perjalanan hidup, Omjay belajar bahwa semakin dewasa seseorang, semakin ia memahami arti keikhlasan. Membantu tanpa banyak menuntut balasan ternyata membuat hati lebih tenang.

Sebab jika semua kebaikan hanya dilakukan demi pujian manusia, maka hati akan mudah kecewa. Tetapi jika semua dilakukan karena Allah, maka sekecil apa pun amal akan terasa bermakna.

Pagi itu hujan mulai reda. Matahari perlahan muncul di balik awan. Orang-orang mulai menutup payung mereka dan melanjutkan perjalanan.

Omjay pun melipat payung hitam tuanya sambil tersenyum.

"Tak apa dilupakan manusia," gumamnya pelan. "Yang penting tetap bermanfaat."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4