Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Ketika Seorang Sahabat Menyentuh Hati Bangsa dan Menggerakkan Guru Untuk Menulis

1 Juni 2026   07:28 Diperbarui: 1 Juni 2026   13:58 161 6 4

saran Pak Dino Untuk Prabowo/Chatgpt
saran Pak Dino Untuk Prabowo/Chatgpt

Kisah omjay kali ini tentang Ketika Saran Seorang Sahabat Menyentuh Hati Bangsa dan Menggerakkan Guru untuk Menulis. Sebuah artikel yang dituliskan oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) dan Guru Blogger Indonesia.

Pagi hari itu udara Wanaraja Garut terasa begitu sejuk. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan. Burung-burung berkicau menyambut datangnya mentari. Seperti biasa, setelah menunaikan salat Subuh dan menikmati secangkir kopi hangat, Omjay membuka ponsel untuk membaca berbagai berita yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

https://youtu.be/Jv8ys6DR4SU?si=-oBDHyRAAt8S0oU4

Salah satu berita yang menarik perhatian Omjay adalah saran yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal kepada Presiden Prabowo Subianto. Beliau menyarankan agar perjalanan luar negeri dapat lebih selektif dan sebagian agenda komunikasi internasional memanfaatkan teknologi digital seperti konferensi video dan pertemuan daring.

Ketika membaca berita tersebut, Omjay tidak langsung berpikir soal politik atau diplomasi. Pikiran Omjay justru melayang kepada dunia pendidikan. Dunia yang telah Omjay jalani sejak tahun 1994. Dunia yang mengajarkan bahwa sebuah kritik atau saran yang tulus sering kali menjadi jalan menuju perbaikan.

Omjay teringat masa-masa awal menjadi guru. Saat itu usia masih muda, semangat sedang membara, dan ego kadang masih tinggi. Ketika mendapat kritik dari guru senior, hati terasa panas. Rasanya ingin segera membela diri. Namun perjalanan waktu mengajarkan sesuatu yang sangat berharga.


https://youtu.be/kOn8KLdZZnc?si=mIsVfu47HszB3NSp 

Tidak semua orang mau mengingatkan kita. Tidak semua orang peduli terhadap kemajuan kita. Banyak yang memilih diam. Banyak yang hanya menjadi penonton. Bahkan tidak sedikit yang lebih suka membicarakan kekurangan orang lain di belakang daripada menyampaikan masukan secara langsung. Karena itulah, ketika seseorang menyampaikan kritik dengan niat baik, sesungguhnya ia sedang memberikan hadiah yang sangat mahal.

Hadiah berupa kepedulian. Hadiah berupa perhatian. Hadiah berupa kesempatan untuk menjadi lebih baik. Saat merenungkan hal itu, Omjay teringat pengalaman besar yang dialami dunia pendidikan ketika pandemi Covid-19 melanda. Siapa yang menyangka bahwa jutaan guru dan siswa Indonesia akhirnya belajar menggunakan teknologi digital?

  • Zoom
  • Google Meet.
  • Microsoft Teams.
  • Google Classroom.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3