Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Mengangkat Wajah Humanis Pendidikan
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah keberhasilannya menggambarkan sekolah sebagai rumah kedua. Di tengah dunia pendidikan yang sering kali terjebak pada angka, ranking, dan capaian akademik, Omjay mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati adalah tentang memanusiakan manusia.
Melalui pengalaman pribadinya selama lebih dari tiga dekade mengabdi di SMP Labschool Jakarta, penulis menunjukkan bahwa hubungan guru dan siswa tidak boleh berhenti pada aktivitas mengajar dan belajar saja. Guru adalah pembimbing, sahabat, bahkan orang tua kedua bagi peserta didik.
Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai rapor, tetapi dari tumbuhnya karakter, empati, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar dalam diri siswa. Pesan ini terasa sangat relevan di era digital ketika banyak orang lebih fokus pada hasil daripada proses.
Kaya Kisah dan Pengalaman Nyata
Tidak seperti buku pendidikan yang cenderung teoritis, Labschool Rumah Keduaku dipenuhi kisah nyata yang hangat dan membumi.
Penulis menghadirkan berbagai pengalaman tentang:
Yang menarik, Omjay tidak hanya menuliskan pandangannya sebagai guru. Ia juga menyisipkan tulisan para siswa Labschool yang menceritakan pengalaman mereka tentang sekolah sebagai rumah kedua.
Pendekatan ini membuat buku terasa hidup karena pembaca dapat melihat Labschool dari berbagai sudut pandang.
Kisah-kisah sederhana yang ditampilkan justru menjadi kekuatan terbesar buku ini. Pembaca diajak mengenang masa sekolahnya sendiri, mengingat guru-guru yang pernah membimbingnya, serta menyadari bahwa kenangan sekolah sering kali menjadi bagian terindah dalam perjalanan hidup seseorang.
Menampilkan Filosofi Pendidikan Labschool