Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Ketika Syukur dan Impian Bertemu

11 Juni 2026   03:28 Diperbarui: 11 Juni 2026   04:19 172 6 1

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

KETIKA SYUKUR DAN IMPIAN BERTEMU

Kisah Omjay Menemukan Bahagia di Tengah Ujian Hidup

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia

Pagi itu kereta LRT Jabodebek melaju perlahan menuju Dukuh Atas. Dari balik jendela kereta, Omjay memandangi langit Jakarta yang mulai terang. Orang-orang duduk sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang menatap layar ponsel, ada yang terkantuk-kantuk, dan ada pula yang menatap kosong ke luar jendela.

Di tengah perjalanan itu, Omjay merenung tentang sebuah kalimat sederhana yang sangat dalam maknanya.

"Ketika kita fokus pada rasa syukur, gelombang kekecewaan akan padam dan gelombang cinta masuk. Maka bahagia akan terus menemani Anda."

Kalimat itu terasa begitu dekat dengan perjalanan hidup Omjay beberapa bulan terakhir.

Jujur saja, ketika dokter melarang Omjay mengendarai mobil pribadi karena kondisi kesehatan yang belum pulih sepenuhnya, hati ini sempat kecewa. Selama bertahun-tahun Omjay terbiasa membawa mobil sendiri ke sekolah, ke seminar, ke workshop, dan ke berbagai kegiatan literasi.

Tiba-tiba semua berubah. Omjay harus naik transportasi umum. Awalnya terasa berat.

Ada rasa kehilangan kenyamanan. Ada rasa sedih karena merasa tidak sebebas dulu lagi.

Namun Allah selalu punya cara menunjukkan nikmat-Nya dari arah yang tidak pernah kita duga.

Ketika mulai menjalani hari-hari dengan naik LRT, KRL, dan transportasi umum lainnya, Omjay menemukan kebahagiaan baru.

Omjay bisa duduk santai tanpa harus menghadapi kemacetan.

Omjay bisa membaca buku selama perjalanan.
Omjay bisa menulis artikel setiap pagi.
Omjay bisa mengamati kehidupan dari dekat.

Bahkan banyak ide tulisan lahir saat berada di dalam kereta.

Saat itulah Omjay menyadari bahwa rasa syukur mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup.

Masalah yang sama bisa terlihat berbeda ketika kita melihatnya dengan kacamata syukur.

Orang yang tidak bersyukur akan melihat apa yang hilang.

Sedangkan orang yang bersyukur akan melihat apa yang masih dimiliki.

Omjay teringat ketika beberapa bulan lalu harus dirawat di rumah sakit karena hipertensi, diabetes, dan gejala yang menyerupai stroke.

Saat itu tangan kanan sempat sulit digerakkan. Mulut terasa kaku. Kepala berputar hebat.

Di atas tempat tidur rumah sakit, Omjay hanya bisa berdoa sambil memandang langit-langit kamar.

Dalam kondisi seperti itu, Omjay baru benar-benar memahami bahwa sehat adalah nikmat yang luar biasa.

Selama sehat, sering kali manusia lupa bersyukur.

Kita baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sedang sakit.

Kita baru menyadari berharganya keluarga ketika berada jauh dari mereka.

Kita baru memahami arti waktu ketika kesempatan mulai berkurang.

Karena itulah para sufi mengatakan:

"Jika syukur tidak ada dalam hatimu maka bahagia akan sirna dari dirimu."

Kalimat itu benar adanya.

Bahagia bukan soal banyaknya harta.
Bahagia bukan soal tingginya jabatan.
Bahagia bukan soal banyaknya pujian.
Bahagia adalah kemampuan melihat nikmat Allah yang masih ada di depan mata.
Bahagia adalah kemampuan mengucapkan "Alhamdulillah" dalam setiap keadaan.

Selain syukur, pagi itu Omjay juga merenungkan tentang kekuatan sebuah impian.

Banyak orang menganggap angan-angan hanyalah khayalan.

Padahal sering kali apa yang kita bayangkan dengan sungguh-sungguh berubah menjadi doa yang diam-diam naik ke langit.

Omjay menjadi saksi hidup tentang hal itu.

Ketika masih menjadi mahasiswa IKIP Jakarta, Omjay pernah membayangkan suatu hari bisa menjadi dosen, penulis, dan pembicara yang berbagi pengalaman kepada banyak orang.

Saat itu mimpi tersebut terasa sangat jauh.
Omjay hanyalah mahasiswa biasa yang harus berjuang keras menyelesaikan kuliah.

Namun mimpi itu tidak pernah padam.

Setiap hari Omjay terus belajar. Terus mengajar. Terus menulis. Terus mencoba.

Tahun demi tahun berlalu. Tanpa disadari, satu per satu mimpi itu mulai menjadi kenyataan. Omjay berhasil menyelesaikan pendidikan doktor.

Omjay menulis puluhan buku.
Omjay menjadi pembicara di berbagai daerah.
Omjay dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia.

Apakah semua itu terjadi secara instan?

Tentu tidak.

Semuanya berawal dari sebuah impian.

Sebuah angan-angan yang terus dipelihara dengan doa dan kerja keras.

Karena itu Omjay sangat menyukai hadis yang berbunyi:

"Barangsiapa yang mengangankan sesuatu kepada Allah, maka perbanyaklah angan-angan tersebut karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla."

Betapa indahnya pesan itu.

Allah tidak pernah membatasi impian hamba-Nya.

Justru Allah menyukai hamba yang memiliki harapan besar kepada-Nya.

Hari ini Omjay masih memiliki banyak impian.

Ingin terus sehat.
Ingin terus menulis.
Ingin terus berbagi ilmu.
Ingin melihat anak dan cucu tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan.
Ingin melihat semakin banyak guru Indonesia menjadi penulis.
Ingin melihat literasi tumbuh subur di negeri ini.


Semua itu masih Omjay simpan dalam hati dan terus Omjay doakan setiap hari.

Sebab Omjay percaya bahwa doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan tidak akan pernah sia-sia.

Mungkin tidak datang hari ini.

Mungkin tidak datang besok.

Namun Allah selalu memiliki waktu terbaik untuk mengabulkannya.

Sahabatku, jika hari ini Anda sedang kecewa, cobalah menghitung kembali nikmat yang masih Anda miliki.

Jika hari ini Anda merasa gagal, cobalah mengingat kembali impian yang pernah membuat Anda bersemangat.

Jangan biarkan kekecewaan mengalahkan rasa syukur.

Jangan biarkan kenyataan hari ini membunuh impian masa depan.

Tetaplah bersyukur.

Tetaplah bermimpi.

Tetaplah berdoa.

Karena syukur akan menghadirkan kebahagiaan.

Dan impian yang disertai doa akan membuka jalan menuju keajaiban.

Sebagaimana yang Omjay alami dalam perjalanan hidup ini.

Dari seorang guru biasa yang terus menulis setiap hari, hingga akhirnya Allah mempertemukan Omjay dengan ribuan sahabat literasi di seluruh Indonesia. AQ

Maka pagi ini mari kita berjanji kepada diri sendiri.

Tidak akan berhenti bersyukur.

Tidak akan berhenti bermimpi.

Tidak akan berhenti berharap kepada Allah.

Karena selama hati masih dipenuhi syukur dan harapan, selalu ada alasan untuk tersenyum dan melangkah maju.

Tetap semangat.

Barakallah fiikum.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Omjay dkk saat mahasiswa IKIP Jakarta 
Omjay dkk saat mahasiswa IKIP Jakarta