Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kenali Sinyal Nyeri dari Tubuhmu

25 Juni 2026   12:39 Diperbarui: 25 Juni 2026   15:26 194 7 4

kenali sinyal tubuhmu/chatgpt
kenali sinyal tubuhmu/chatgpt

Kenali Sinyal Nyeri dari Tubuhmu. Inilah Kisah Omjay: Jangan Anggap Remeh Rasa Sakit, Karena Tubuh Selalu Memberi Tanda. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Pagi itu saya kembali menikmati perjalanan menuju sekolah dengan LRT Jabodebek. Seperti biasa, saya duduk di dekat jendela sambil membuka ponsel. Di tengah perjalanan, sebuah gambar menarik perhatian saya. Isinya tentang berbagai jenis nyeri pada tubuh yang dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu. Saya membacanya perlahan sambil merenung.

https://youtu.be/x9FRw_9WoqY?si=Kqsz4LMqiUQ6aTpt

Sebagai penyintas diabetes, hipertensi, dan pernah mengalami serangan vertigo, saya belajar bahwa tubuh sebenarnya sangat jujur. Ia selalu memberi tanda ketika ada sesuatu yang tidak beres. Sayangnya, kita sering kali terlalu sibuk bekerja sehingga mengabaikan sinyal-sinyal tersebut. Kita memilih menahan sakit dengan alasan, "Nanti juga sembuh sendiri."

Saya pun teringat pengalaman beberapa bulan lalu ketika tangan kanan tiba-tiba sulit digerakkan. Mulut terasa kaku dan ucapan menjadi tidak jelas. Saat itu saya sempat mengira hanya kelelahan biasa. Namun keluarga segera membawa saya ke rumah sakit. Syukurlah saya mendapatkan penanganan cepat sehingga kondisi dapat tertangani dengan baik. Pengalaman itu mengajarkan bahwa mengenali sinyal tubuh dapat menyelamatkan nyawa.

Infografik yang saya baca memang menarik, tetapi perlu dipahami bahwa nyeri tidak selalu menunjukkan satu penyebab tertentu. Misalnya, nyeri bahu tidak selalu berarti gangguan kantung empedu, dan nyeri dada tidak selalu disebabkan asam lambung. Banyak penyebab lain yang harus dipastikan melalui pemeriksaan dokter.

Meski demikian, informasi seperti ini tetap bermanfaat sebagai pengingat agar kita lebih peka terhadap tubuh sendiri.

Misalnya, nyeri bahu sering kali muncul akibat cedera, peradangan tendon, frozen shoulder, atau pengapuran sendi. Namun pada sebagian kasus, nyeri yang menjalar ke bahu kanan juga dapat berkaitan dengan gangguan kantung empedu. Karena itulah, bila nyeri berlangsung lama atau disertai gejala lain, jangan menunda pemeriksaan ke dokter.

Begitu pula dengan nyeri lutut. Banyak orang langsung membeli suplemen ketika lutut terasa sakit. Padahal penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari cedera olahraga, osteoartritis, kelebihan berat badan, hingga kekurangan vitamin tertentu. Pemeriksaan yang tepat jauh lebih penting daripada menebak-nebak penyebabnya.

Nyeri punggung bawah juga tidak selalu berarti gangguan ginjal. Duduk terlalu lama, mengangkat beban yang salah, saraf terjepit, atau gangguan otot jauh lebih sering menjadi penyebabnya. Namun bila nyeri disertai demam, gangguan buang air kecil, atau urin berdarah, pemeriksaan ginjal memang perlu dilakukan.

Sebagai penderita diabetes, saya sangat memahami sensasi telapak kaki yang terasa panas atau seperti terbakar. Dokter pernah menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi akibat neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf karena kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Sejak saat itu saya semakin disiplin mengontrol gula darah, menjaga pola makan, rutin berjalan kaki, dan mengikuti senam agar komplikasi tidak semakin berat.

Begitu juga dengan jari tangan yang sering kesemutan. Banyak orang menganggapnya sebagai tanda kekurangan vitamin B12. Padahal kesemutan juga bisa disebabkan saraf terjepit, diabetes, gangguan sirkulasi darah, atau kondisi lainnya. Karena itu, diagnosis tidak bisa hanya berdasarkan satu gejala.

Sakit kepala pun memiliki banyak penyebab. Bisa karena sinusitis, migrain, ketegangan otot, kurang tidur, dehidrasi, bahkan tekanan darah yang tinggi. Oleh sebab itu, jangan langsung menyimpulkan penyebab hanya dari lokasi rasa sakit. Pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi medis tetap diperlukan bila keluhan berulang atau berat.

Pengalaman hidup membuat saya semakin yakin bahwa menjaga kesehatan jauh lebih murah daripada mengobati penyakit. Dahulu saya sering menganggap tubuh saya kuat. Saya bekerja tanpa mengenal lelah, mengajar, menjadi narasumber, menulis artikel setiap hari, dan menghadiri berbagai kegiatan. Tubuh memang mampu bertahan cukup lama, tetapi suatu saat ia akan meminta kita berhenti melalui rasa sakit.

Kini saya lebih menghargai tubuh yang Allah titipkan. Saya berusaha tidur lebih cukup, mengurangi makanan manis, memperbanyak air putih, rutin berjalan kaki, dan terus menulis sebagai terapi kebahagiaan. Menulis membuat pikiran lebih tenang sehingga stres berkurang. Ternyata kesehatan bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal hati yang damai dan pikiran yang bahagia.

Saya juga belajar bahwa keluarga mempunyai peran yang sangat besar. Ketika kita mulai mengeluh sakit, sering kali keluargalah yang pertama kali mengingatkan untuk segera berobat. Jangan abaikan perhatian mereka. Bisa jadi mereka melihat sesuatu yang tidak kita sadari.

Akhirnya saya menyadari bahwa tubuh adalah sahabat terbaik. Ia tidak pernah berbohong. Saat lelah, tubuh meminta istirahat. Saat haus, tubuh meminta minum. Saat sakit, tubuh meminta pertolongan. Yang sering bermasalah bukan tubuh kita, melainkan kita yang tidak mau mendengarkan.

Mari mulai hari ini lebih peka terhadap setiap sinyal yang diberikan tubuh. Jangan panik setiap kali merasakan nyeri, tetapi jangan pula menganggap remeh. Dengarkan tubuh, jalani pola hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis bila keluhan menetap atau memburuk.

Karena kesehatan adalah investasi terbesar dalam hidup. Ketika tubuh sehat, kita masih bisa mengajar, berkarya, menulis, berbagi inspirasi, dan menikmati senyum keluarga tercinta. Itulah pelajaran berharga yang terus saya syukuri dalam perjalanan hidup sebagai Omjay guru blogger Indonesia.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

sinyal tubuh/dokpri
sinyal tubuh/dokpri