Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Lalu Omjay pun selalu menjawab dengan tenang.
"AI bukanlah pengganti manusia. AI hanyalah alat. Yang menentukan manfaat atau mudaratnya adalah manusia yang menggunakannya."
Jawaban sederhana itu ternyata mampu mengubah cara pandang banyak orang.
Omjay kemudian teringat masa kecil Omjay sendiri. Ketika belajar menulis, guru tidak pernah langsung memberikan jawaban. Beliau justru mengajukan banyak pertanyaan agar kami berpikir. Kami diajak mencari sendiri, berdiskusi, membaca berbagai sumber, lalu menyimpulkan dengan bahasa kami sendiri.
Saat itu memang terasa sulit. Namun, kesulitan itulah yang membentuk kemampuan berpikir kritis.
Hari ini Omjay melihat tantangannya berbeda. Anak-anak tidak lagi kesulitan mencari jawaban. Justru mereka dibanjiri begitu banyak informasi. Sayangnya, tidak semua informasi itu benar.
Di era AI generatif, siapa pun dapat membuat tulisan, gambar, video, bahkan suara yang tampak sangat meyakinkan. Di sinilah tantangan terbesar manusia muncul.
Bukan lagi bagaimana menemukan informasi, melainkan bagaimana membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Omjay pernah meminta siswa mencari informasi tentang suatu tokoh nasional menggunakan AI. Hasilnya tampak sangat rapi dan meyakinkan. Namun, setelah dibandingkan dengan buku sejarah dan sumber resmi, ternyata terdapat beberapa data yang keliru.
Saat itulah Omjay berkata kepada mereka,
"Jangan pernah percaya begitu saja kepada AI. Jadikan AI sebagai teman berdiskusi, bukan sebagai hakim terakhir."