Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini Ketika Biaya Berobat Terus Bertambah, Saatnya Mencari Sumber Rezeki Baru. Sebuah kisah nyata yang akan Omjay bagikan untuk pembaca kompasiana tercinta.
Ada satu pelajaran hidup yang semakin saya pahami seiring bertambahnya usia. Dahulu saya berpikir bahwa kebutuhan terbesar keluarga adalah biaya pendidikan anak. Kini saya menyadari bahwa setelah usia memasuki kepala lima, kebutuhan terbesar justru sering kali berpindah kepada biaya menjaga kesehatan.
Obat, kontrol dokter, pemeriksaan laboratorium, makanan sehat, hingga transportasi menuju rumah sakit menjadi pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari. Omjay merasakan itu setelah dirawat di 7 rumah sakit. Alhamdulillah masih ditanggung BPJS Kesehatan.
Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkarya meskipun harus hidup berdampingan dengan diabetes, hipertensi, dan beberapa masalah kesehatan lainnya.
Setiap kali mengambil obat atau menjalani kontrol kesehatan, saya selalu mengingat pesan dokter bahwa kesehatan adalah investasi, bukan beban. Namun saya juga menyadari bahwa investasi kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Oleh karena itulah saya mulai berpikir bahwa seorang guru tidak boleh hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Bukan karena kurang bersyukur, tetapi karena kebutuhan keluarga terus berubah.
Apalagi jika sebagian penghasilan harus dialokasikan untuk pengobatan setiap bulan. Menambah pemasukan bukan berarti serakah, melainkan bagian dari ikhtiar agar keluarga tetap tenang dan kebutuhan kesehatan dapat terpenuhi.
Menurut saya, guru memiliki modal yang luar biasa. Modal itu bukan uang, melainkan ilmu, pengalaman, jaringan, dan kepercayaan masyarakat. Modal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.
Sayangnya, banyak guru belum mengubah modal tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan yang halal dan bermanfaat. Masih banyak guru yang ragu bila ingin menambah penghasilan tambahan.
Seorang kawan Omjay memberikan nasehat. "Jika saya melihat perjalanan Bapak Omjay selama ini, sebenarnya sudah ada banyak aset yang dapat menghasilkan pendapatan lebih besar apabila dikelola secara lebih terstruktur."