Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kasih Ibu Hanya Memberi Tak Harap Kembali

8 Juli 2026   11:00 Diperbarui: 8 Juli 2026   14:43 177 3 2


Pagi ini omjay jalan jalan sehat bersama istri tercinta di tegal lega bandung. Omjay melihat seorang ibu yang menawarkan dagangannya. Omjay jadi teringat almarhum ini. Beliau Hanya Memberi Tak Harap Kembali, Bagai Sang Surya Menyinari Dunia. Inilah kisah nyata atau Kisah Omjay Mengenang Kasih Ibu Sepanjang Masa kepada beta.

Ilustrasi artikel/dokpri
Ilustrasi artikel/dokpri

Penggalan lirik lagu Kasih Ibu kepada Beta yang berbunyi, "Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa," selalu memiliki tempat yang istimewa di hati saya. 

Setiap kali mendengarnya, saya tidak hanya teringat kepada almarhumah ibu yang telah melahirkan dan membesarkan saya dengan penuh cinta, tetapi juga merenungkan betapa besar pengorbanan seorang ibu yang sering kali tidak pernah benar-benar dapat dibalas oleh anak-anaknya. 

https://youtu.be/J23E07NR3Uk?feature=shared

Lagu sederhana yang diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar itu ternyata menyimpan makna kehidupan yang semakin dalam ketika usia bertambah dan pengalaman hidup semakin panjang. 

Kini, setelah lebih dari tiga puluh tahun mengabdi sebagai guru, menjadi seorang ayah, bahkan telah merasakan kebahagiaan menjadi seorang kakek, saya semakin memahami bahwa kasih ibu adalah cinta yang paling tulus di dunia. Cinta yang tidak mengenal syarat, tidak mengenal batas, dan tidak pernah meminta balasan sedikit pun.

Saya sering mengatakan kepada para peserta Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) bahwa tulisan terbaik lahir dari hati. Ketika hati berbicara, kata-kata akan mengalir dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan. 

Demikian pula ketika saya menulis tentang ibu. Rasanya tidak ada habisnya mengenang setiap pengorbanan beliau yang begitu besar dalam perjalanan hidup saya. 

Semakin dewasa, semakin saya menyadari bahwa keberhasilan yang saya raih hari ini sesungguhnya dibangun di atas doa-doa panjang seorang ibu yang mungkin tidak pernah saya dengar secara langsung, tetapi selalu dipanjatkan dalam setiap sujudnya kepada Allah SWT.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3