Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Pengalaman Omjay mengikuti senam Ling Tien Kung. Senam ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan sebuah perjalanan menemukan kembali harapan untuk hidup lebih sehat.
Tulisan Omjay sebelum ini dapat dibaca di link di bawah ini ya.
*Kisah Omjay: Seandainya Omjay Tiada*
Setelah melewati masa-masa sulit menghadapi diabetes, tekanan darah tinggi, vertigo, hingga sempat mengalami gejala stroke, Omjay menyadari bahwa kesehatan adalah nikmat yang tidak ternilai.
Obat dari dokter tetap diminum sesuai anjuran, pola makan mulai dijaga, tetapi tubuh juga membutuhkan gerakan yang mampu mengembalikan kelenturan dan semangat hidup.
Dari situlah Omjay mulai rutin mengikuti senam Ling Tien Kung setiap Sabtu pagi di Lapangan Blok A Jatibening Indah, Bekasi.
Awalnya Omjay hanya datang karena ajakan teman. Dalam hati muncul keraguan. Benarkah senam ini bermanfaat? Namun Omjay memilih untuk mencobanya.
Ternyata suasana yang hangat, penuh persaudaraan, dan dipenuhi wajah-wajah ceria membuat hati menjadi tenang. Para peserta berasal dari berbagai usia. Ada yang masih muda, ada pula yang sudah lanjut usia, tetapi semuanya bergerak dengan penuh semangat.
Instruktur menjelaskan bahwa Ling Tien Kung merupakan latihan yang menitikberatkan pada kelenturan tubuh, terutama di bagian persendian, pinggul, tulang belakang, dan area panggul.
Gerakannya dilakukan perlahan, tidak tergesa-gesa, sehingga relatif mudah diikuti oleh siapa saja. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin, penuh kesadaran, dan tidak memaksakan kemampuan tubuh.
Beberapa minggu mengikuti senam, Omjay mulai merasakan perubahan. Tubuh terasa lebih ringan saat bangun pagi. Kekakuan pada kaki mulai berkurang. Otot-otot yang sebelumnya sering terasa tegang menjadi lebih rileks. Tidur malam pun terasa lebih nyenyak. Yang paling terasa adalah pikiran menjadi lebih tenang dan hati lebih bahagia.
Bagi Omjay yang hidup dengan diabetes, olahraga ringan seperti ini menjadi pelengkap penting selain menjaga pola makan dan mengikuti pengobatan dokter. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Tentu manfaat tersebut akan lebih optimal bila dilakukan secara rutin dan tetap mengikuti saran tenaga kesehatan.
Senam Ling Tien Kung juga membantu meningkatkan kelenturan sendi dan keseimbangan tubuh. Hal ini sangat penting terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 50 tahun. Tubuh yang lentur membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman, sementara keseimbangan yang baik dapat membantu mengurangi risiko terjatuh.
Selain manfaat fisik, Omjay merasakan manfaat yang tidak kalah besar, yaitu kesehatan mental. Setiap Sabtu pagi Omjay bertemu banyak sahabat baru. Kami saling menyapa, bercanda, berbagi pengalaman, bahkan saling mendoakan. Ternyata kebahagiaan sederhana seperti berkumpul dan berolahraga bersama mampu mengurangi stres dan membuat hidup terasa lebih bermakna.
Omjay juga belajar bahwa kesehatan tidak datang secara instan. Tidak ada satu jenis olahraga yang dapat menyembuhkan semua penyakit. Ling Tien Kung bukanlah pengganti pengobatan medis. Namun, bila dipadukan dengan pola makan sehat, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, senam ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Dari pengalaman itu, Omjay semakin yakin bahwa usia bukanlah alasan untuk berhenti bergerak. Justru semakin bertambah usia, tubuh semakin membutuhkan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan. Bergerak adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas tubuh yang masih diberi kesempatan untuk beraktivitas.
Kini setiap Sabtu pagi Omjay selalu berusaha hadir di lapangan. Bukan sekadar mengejar kesehatan, tetapi juga menikmati kebersamaan dengan para sahabat. Tawa mereka menjadi obat, semangat mereka menjadi motivasi, dan gerakan-gerakan sederhana itu menjadi pengingat bahwa hidup harus terus dijalani dengan optimisme.
Omjay berharap semakin banyak guru, orang tua, dan masyarakat yang mulai membiasakan diri berolahraga. Tidak harus berat, tidak harus mahal. Yang penting dilakukan secara konsisten. Jalan kaki, bersepeda, senam, atau aktivitas fisik lainnya akan memberikan manfaat bila dilakukan dengan benar dan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Dari Lapangan Blok A Jatibening Indah, Omjay belajar sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga. Kesehatan bukanlah hadiah yang datang begitu saja, melainkan hasil dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari. Memilih bangun pagi, memilih bergerak, memilih makan lebih sehat, memilih berpikir positif, dan memilih bersyukur.
Semoga kisah sederhana ini menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang berjuang menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit semakin parah untuk mulai berubah. Mulailah dari langkah kecil hari ini. Karena setiap gerakan yang kita lakukan dengan penuh kesadaran adalah investasi terbaik bagi masa depan.
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay, Guru Blogger Indonesia)

Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger indonesia