Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Belajar Menanam Bayam dan Berkebun di Rumah Oma Tetangga Omjay Bersama Mang Sukirno

11 Juli 2026   19:51 Diperbarui: 12 Juli 2026   02:52 81 5 0

Saya omjay tidak sendiri. Ada seseorang yang dengan sabar membimbing saya, yaitu Mang Sukirno, sahabat baru yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Beliau sudah lama terbiasa bercocok tanam sehingga banyak ilmu praktis yang saya pelajari darinya.

"Omjay, tanahnya jangan terlalu padat. Benih bayam itu kecil, jadi cukup ditabur tipis saja," katanya sambil tersenyum.

Saya omjay mengikuti setiap arahan beliau. Mulai dari menggemburkan tanah, membersihkan rumput liar, mencampurkan pupuk organik, hingga menaburkan benih bayam secara merata. 

Ternyata berkebun tidak sesederhana yang saya bayangkan. Ada teknik, ada ketelitian, dan tentu saja ada kesabaran. Omjay sangat menikmati prosesnya.

https://youtube.com/shorts/apYa0YTsIuQ?si=X0pZyllGZxjSLz0j

Mang Sukirno berkali-kali mengingatkan bahwa tanaman tidak bisa dipaksa tumbuh.

"Yang penting dirawat setiap hari. Disiram secukupnya, jangan berlebihan. Insya Allah nanti tumbuh sendiri." Katanya.

Kalimat sederhana itu langsung mengingatkan saya pada dunia pendidikan. Bukankah mendidik anak juga demikian?

Guru tidak bisa memaksa murid menjadi pintar dalam semalam. Orang tua pun tidak dapat memaksa anak menjadi dewasa hanya dengan sekali nasihat. Semua membutuhkan proses, perhatian, kasih sayang, dan doa yang tidak pernah putus.

Benih bayam yang saya taburkan pagi itu seolah menjadi simbol harapan. Hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Besok pun mungkin belum tampak perubahan. Namun jika dirawat dengan tekun, beberapa minggu lagi daun-daun hijau akan mulai bermunculan. Begitulah kehidupan.

Setiap kebaikan yang kita tanam hari ini mungkin belum langsung kita petik hasilnya. Tetapi Allah SWT tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4