Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Belajar Menanam Bayam dan Berkebun di Rumah Oma Tetangga Omjay Bersama Mang Sukirno

11 Juli 2026   19:51 Diperbarui: 12 Juli 2026   02:52 81 5 0

Saya teringat kebiasaan menulis setiap hari yang sudah saya lakukan bertahun-tahun. Dulu tulisan saya dibaca sedikit orang. Lama-kelamaan pembaca bertambah. Kemudian lahirlah buku-buku, komunitas menulis, pelatihan, hingga ribuan guru yang ikut belajar bersama.

Buku buku karya Omjay/dokpri
Buku buku karya Omjay/dokpri

Semuanya berawal dari satu benih kecil: kebiasaan menulis setiap hari. Kini saya belajar bahwa berkebun pun memiliki filosofi yang sama.

Tanamlah yang baik. Rawatlah dengan sabar. Jangan bosan berdoa. Lalu biarkan Allah yang menumbuhkannya.

Mang Sukirno juga bercerita bahwa seorang petani sejati tidak pernah marah ketika hujan datang atau matahari bersinar terik. Semua diterima sebagai bagian dari proses kehidupan. Saya tersenyum mendengarnya.

Betapa sering manusia ingin hasil yang cepat, padahal alam mengajarkan bahwa segala sesuatu memiliki waktunya sendiri.

Sebelum mengakhiri kegiatan pagi itu, saya kembali melihat bedengan tempat benih bayam unggul telah ditanam.

Belum ada daun. Belum ada batang. Belum ada warna hijau. Hal yang ada hanyalah keyakinan diri. Keyakinan bahwa benih-benih kecil itu sedang bekerja di dalam tanah.

Demikian pula impian kita. Walaupun belum terlihat hasilnya, bukan berarti tidak sedang bertumbuh. Mungkin Allah sedang mempersiapkan waktu terbaik untuk memunculkannya.

Saya Omjay pulang ke dalam rumah dengan hati yang lebih tenang. Tangan memang sedikit kotor oleh tanah, tetapi hati terasa jauh lebih bersih.

Terima kasih, Mang Sukirno dari Kuningan, yang telah mengajarkan saya bahwa berkebun bukan sekadar menanam sayuran. Berkebun adalah belajar menghargai proses kehidupan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4