Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kisah omjay: 1 Tulisan, 1 Suara, dan 1 Perubahan

21 Juli 2026   06:08 Diperbarui: 21 Juli 2026   14:03 194 5 3

Kisah omjay kali ini tentang 1 Tulisan, 1 Suara, dan 1 Perubahan. Inilah Perjalanan Omjay Kembali Sehat dengan Menulis dari Hati untuk pembaca kompasiana tercinta.

Ada masa dalam hidup ketika langkah terasa begitu berat. Tubuh yang selama puluhan tahun setia mengabdi sebagai guru mendadak memberi isyarat bahwa tubuh juga membutuhkan perhatian. 

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Bagi saya, itu bukan sekadar ujian kesehatan. Itu adalah ujian tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa harapan tidak pernah benar-benar pergi selama kita masih mau berjuang dan terus berusaha.

Kisah Omjay Menulis Setiap Hari di Kompasiana

Ketika dokter menyampaikan berbagai hasil pemeriksaan, pikiran saya seakan berhenti sesaat. Diabetes, tekanan darah tinggi, vertigo, hingga gejala stroke datang silih berganti. 

Sebagai seorang guru yang terbiasa berdiri di depan kelas, berbicara penuh semangat, menulis setiap hari, dan berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, saya harus menerima kenyataan bahwa tubuh memiliki batas.

Saat itu saya bertanya dalam hati, "Apakah perjalanan saya sebagai guru dan penulis akan berhenti sampai di sini?" Jawabannya ternyata TIDAK.

Allah selalu memiliki cara untuk menguatkan hamba-Nya. Saya mulai menyadari bahwa sakit bukanlah akhir perjalanan. Sakit adalah cara Tuhan mengajarkan manusia untuk lebih menghargai setiap napas yang masih diberikan.

Saya belajar berjalan pelan. Saya belajar mengurangi ego yang selama ini ingin terus bekerja tanpa mengenal lelah. Saya belajar mendengarkan tubuh sendiri. Bahkan saya belajar menikmati pagi dengan cara yang sebelumnya jarang saya lakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4