Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kisah Omjay Menemukan Makna Sejati Dibalik Sebuah Tulisan

20 Juli 2026   15:15 Diperbarui: 21 Juli 2026   10:38 182 3 2

Kisah Omjay Menemukan Makna Sejati Dibalik Sebuah Tulisan. Ridha Allah, Bukan Tepuk Tangan Manusia yang terkadang bikin kecewa. Inilah Kisah Omjay Menemukan Makna Sejati di Balik Sebuah Tulisan untuk pembaca kompasiana tercinta.

Saat itu mentari pagi bersinar kembali, dan, embun pagi masih menggantung di dedaunan ketika Omjay membuka telepon genggamnya. Seperti biasa, berbagai pesan masuk memenuhi layar. Omjay sendiri sedang fokus membuat buku panduan belajar SCRATCH untuk pemula. Seakarang sudah masuk ke bab keempat bukunya.

Belajar scratch/chatgpt
Belajar scratch/chatgpt

Ada informasi pendidikan, kabar dari sahabat, hingga sebuah renungan singkat yang mengajak pembacanya merenungi tujuan hidup. Kalimat demi kalimat terasa mengetuk ruang hati yang paling dalam. 

Isinya sederhana, tetapi maknanya begitu luas: jangan menghabiskan usia demi mengejar pujian manusia. Jadikan ridha Allah sebagai tujuan dari setiap langkah.

https://youtube.com/shorts/hiBjY8lcSpA?si=zuSVTtxyWrVYb-lK

Omjay terdiam cukup lama. Pesan itu seakan mengajak dirinya menoleh ke belakang, mengingat perjalanan panjang selama puluhan tahun menjadi guru, penulis, pembicara, sekaligus blogger. Ribuan tulisan pernah lahir dari jemarinya. Ratusan seminar telah diikuti. Banyak penghargaan diterima. Tidak sedikit pula apresiasi yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Namun, muncul sebuah pertanyaan yang sangat jujur dalam hati.

"Untuk siapa semua ini kulakukan?"

Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi jawabannya membutuhkan keberanian. Sebab manusia sering kali merasa telah berbuat baik, padahal di sudut hati masih terselip harapan agar dipuji, diakui, atau menjadi pusat perhatian. Rasa itu hadir perlahan, bahkan tanpa disadari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4