Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kata Pengantar Buku Jangan Matikan Mimpimu Karya Wijaya Kusumah

28 Juli 2026   18:28 Diperbarui: 28 Juli 2026   22:25 179 5 1

buku terbaru omjay/dokpri
buku terbaru omjay/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang KATA PENGANTAR buku terbaru Omjay atau Wijaya Kusumah. Kata Pengantar Buku Jangan Matikan Mimpimu Karya Wijaya Kusumah atau Omjay Guru Blogger Indonesia.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan rahmat, nikmat, dan kasih sayang-Nya sehingga buku "Jangan Matikan Mimpimu: Kisah Omjay Menulis, Mengajar, dan Menginspirasi Indonesia" akhirnya dapat hadir di hadapan para pembaca. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., teladan terbaik sepanjang zaman yang mengajarkan pentingnya ilmu, akhlak, dan semangat untuk terus belajar.

Buku ini lahir dari perjalanan panjang seorang guru yang percaya bahwa mimpi tidak memiliki batas usia. Mimpi justru menemukan maknanya ketika kita berani melangkah, terus belajar, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha memberikan manfaat bagi sesama. Setiap pengalaman yang saya alami, baik keberhasilan maupun kegagalan, saya jadikan pelajaran berharga yang layak dibagikan kepada orang lain.

Selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru, saya menyadari bahwa ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat untuk mengajar. Tulisan juga mampu menjadi ruang belajar yang luas. Melalui tulisan, pengalaman dapat diwariskan, gagasan dapat disebarluaskan, dan inspirasi dapat menjangkau orang-orang yang belum pernah kita temui. Karena itulah saya berusaha menjaga kebiasaan menulis setiap hari. Saya percaya bahwa setiap tulisan yang lahir dengan kejujuran akan selalu menemukan pembacanya.

Buku ini bukan sekadar kumpulan artikel atau catatan perjalanan hidup. Buku ini adalah rangkaian kisah tentang mimpi yang terus dijaga, perjuangan yang tidak selalu mudah, pengabdian sebagai guru, kecintaan terhadap dunia literasi, semangat belajar sepanjang hayat, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Saya berharap pembaca dapat menemukan secercah harapan, keberanian, dan semangat baru setelah membaca setiap bab di dalamnya.

Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga tercinta yang selalu menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah kehidupan. Dukungan, doa, kesabaran, dan kasih sayang mereka adalah energi yang membuat saya mampu terus berkarya. Terima kasih kepada para guru, sahabat, murid, rekan sejawat, komunitas literasi, serta para pembaca setia yang selama ini memberikan semangat, kritik, dan masukan sehingga saya tidak pernah berhenti belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan ruang bagi saya untuk berbagi pengalaman melalui berbagai media, baik dalam kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, komunitas menulis, maupun platform digital. Setiap perjumpaan telah memperkaya wawasan dan memperkuat keyakinan bahwa ilmu akan semakin bernilai ketika dibagikan.

Melalui buku ini, saya ingin mengajak siapa pun yang membacanya untuk tetap menjaga mimpi. Jangan biarkan usia, keadaan, kegagalan, ataupun keterbatasan memadamkan harapan yang telah Allah titipkan dalam hati kita. Selama kita masih diberi kesempatan untuk bernapas, selama itu pula kita dapat belajar, berkarya, menolong sesama, dan meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus hidup melalui ilmu serta tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2