Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Keunggulan buku ini terletak pada kisah-kisah nyata yang menginspirasi. Penulis membagikan pengalaman hidup, perjuangan menjadi guru, perjalanan menulis setiap hari, hingga keyakinannya bahwa membaca dan menulis mampu mengubah masa depan seseorang. Semua pengalaman tersebut dirangkai menjadi pelajaran hidup yang membangkitkan optimisme.
Buku ini juga mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir perjalanan. Justru kegagalan merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan. Pesan-pesan motivasi yang disampaikan tidak terasa berlebihan karena lahir dari pengalaman yang benar-benar dijalani oleh penulis. Pembaca diajak memahami bahwa kesuksesan bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi tentang keberanian untuk terus melangkah meskipun berkali-kali jatuh.
Kisah omjay guru blogger indonesia adalah sebuah kisah nyata. Salah satu kekuatan buku ini adalah kemampuannya membangun harapan. Ketika banyak buku motivasi hanya berisi kalimat-kalimat penyemangat,
Jangan Matikan Mimpimu memberikan contoh nyata bagaimana mimpi dapat diwujudkan melalui disiplin, konsistensi, kerja keras, doa, dan kemauan untuk terus belajar. Penulis menegaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

Buku ini sangat relevan bagi guru, siswa, mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat umum yang sedang menghadapi tantangan kehidupan. Bahkan bagi mereka yang merasa kehilangan arah, buku ini mampu menjadi teman perjalanan yang mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.
Selain penuh inspirasi, buku ini juga kaya dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Pembaca diajak untuk membangun sikap pantang menyerah, rendah hati, gemar membaca, rajin menulis, berbagi ilmu, serta menjadikan kegagalan sebagai guru terbaik. Nilai-nilai tersebut terasa sangat penting di tengah kehidupan modern yang serba instan.
Dari sisi penyajian, buku ini menggunakan bahasa Indonesia yang komunikatif dan mudah dipahami. Setiap bab ditutup dengan refleksi yang mengajak pembaca merenungkan perjalanan hidupnya sendiri. Kalimat-kalimat motivasi yang disisipkan di berbagai bagian membuat pembaca terdorong untuk berhenti sejenak, berpikir, dan kembali menata langkah.
Tentu tidak ada buku yang sempurna. Pembaca yang mengharapkan pembahasan ilmiah yang mendalam mungkin akan merasa buku ini lebih banyak berisi refleksi dan pengalaman pribadi. Namun justru di situlah kekuatannya. Kisah nyata sering kali lebih mampu menyentuh hati dibandingkan teori yang panjang.
Pada akhirnya, Jangan Matikan Mimpimu bukan sekadar buku motivasi. Buku ini adalah ajakan untuk terus percaya pada mimpi, menjaga harapan, dan tidak menyerah pada keadaan. Melalui pengalaman hidup yang tulus, Omjay menunjukkan bahwa siapa pun dapat mengubah hidupnya selama masih memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras, berdoa, dan terus melangkah.
Buku ini mengajarkan satu pesan sederhana tetapi sangat kuat: mimpi tidak akan menjadi kenyataan jika kita sendiri yang mematikannya. Sebaliknya, mimpi akan menemukan jalannya ketika kita berani menjaganya dengan usaha, doa, dan ketekunan.