Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Percuma Kamu Menulis Kalau Tidak Dapat Cuan (UANG)

2 Agustus 2026   13:14 Diperbarui: 2 Agustus 2026   15:36 162 10 1

Di zaman digital seperti sekarang, tulisan memiliki usia yang jauh lebih panjang daripada ucapan. Kata-kata yang kita tulis hari ini masih bisa dibaca bertahun-tahun kemudian. 

Bahkan ketika kita sedang tidur, sedang mengajar, atau sedang berkumpul bersama keluarga, tulisan kita tetap bekerja. Ia menginspirasi pembaca, menjawab pertanyaan mereka, dan menyebarkan manfaat ke berbagai penjuru dunia.

Saya merasakan sendiri bagaimana sebuah tulisan mampu mempertemukan saya dengan orang-orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Ada yang datang hanya untuk mengucapkan terima kasih karena merasa terbantu. 

Ada yang bercerita bahwa mereka mulai berani menulis setelah membaca artikel saya. Ada pula guru yang akhirnya berhasil menerbitkan buku karena termotivasi oleh pengalaman yang saya bagikan.

Momen seperti itulah yang membuat saya sadar bahwa nilai sebuah tulisan tidak bisa diukur hanya dengan uang. Betapa bahagianya ketika tulisan kita mampu mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik. Bukankah itu juga sebuah keuntungan yang luar biasa?

Bukan berarti saya menganggap uang tidak penting. Sebagai kepala keluarga, saya memahami bahwa kebutuhan hidup harus dipenuhi. Penulis juga berhak memperoleh penghargaan atas karya yang dihasilkannya. 

Tidak ada yang salah ketika seseorang memperoleh royalti buku, honor sebagai narasumber, pendapatan dari artikel, atau kerja sama dengan berbagai pihak. Semua itu adalah rezeki yang halal dan patut disyukuri.

Namun, jika sejak awal tujuan utama menulis hanya mengejar uang, biasanya semangat akan cepat padam. Ketika artikel tidak banyak dibaca, kita kecewa. 

Ketika buku belum laris, kita menyerah. Ketika honor belum datang, kita berhenti berkarya. Akibatnya, kita kehilangan kesempatan untuk berkembang.

buku terbaru omjay dari pengalaman belajar di china/dokpri
buku terbaru omjay dari pengalaman belajar di china/dokpri

Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa tugas saya adalah menulis dengan sebaik-baiknya. Soal apakah tulisan itu menghasilkan uang hari ini, bulan depan, atau beberapa tahun lagi, saya serahkan kepada Allah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4