Opa Jappy Lukisastra
Opa Jappy Lukisastra Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Call for Action Kampanye Anti Predator Child Grooming

2 Agustus 2026   04:05 Diperbarui: 1 Agustus 2026   13:02 280 3 0


Mengenal Kejahatan Predator Child Grooming

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia 
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia 


Child Grooming merupakan kejahatan yang dilakukan Predator (pelaku) dengan cara manipulasi psikologis, perhatian, pendekatan cinta serta kasih sayang agar bisa melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak-anak (terutama anak perempuan). Child Grooming bukan sekadar tindak kekerasan seksual; tapi kejahatan terbengis dan terbrutal terhadap kemanusiaan.

Karena Predator  secara sistematis  merampok dalam senyap, menghancurkan nalar perlindungan, dan memutus kanal kejujuran antara anak dengan orang tua, saudara, serta lingkungannya. Predator Child Grooming tak melakukan serangan mendadak; tapi sabotase sistematis dalam kesunyian yang mematikan. Ia   tidak masuk melalui pintu kekerasan, melainkan celah keheningan, kesendirian, dan kesepian.

Predator Child Grooming merusak keutuhan hidup dan kehidupan seseorang (korban), kehancuran totalitas diri, membuat luka-luka batin yang menganga, serta menciptakan stigma beban kejiwaan tak terobati, hingga kematian menjemput. Korban Predator Child Grooming, jika bertahan hidup, maka kehidupannya penuh "duri-duri tajam" menusuk dalam diri, menimbulkan nanah yang tak mampu keluar; kemudian, pada masanya, mati dengan ketidak keutuhan dan kehancuran (walau tampilan jasadnya utuh).

Oleh sebab itu, perlu dan sangat penting melakukan upaya pemulihan korban dari trauma, stigma, luka-luka batin, serta derita psikologis lainnya. Sehingga melawan Predator Child Grooming, harus bersamaan dengan "merangkul dan memulihkan." Dalam artian, tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku, tapi harus

  • 1. Menyentuh aspek kemanusiaan yang paling krusial yaitu masa depan korban. Satu tangan memegang senjata perlawanan terhadap Predator Child Grooming; tangan lainnya menyebarkan kasih sayang, perhatian, memeluk korban, serta menyembuhkan jiwa yang retak.
  • 2. Menghapus Stigma Sosial; bahwa korban Predator Child Grooming adalah jiwa terluka, bukan noda yang harus dibuang
  • 3. Mengubah cara pandang dari menghakimi menjadi melindungi.
  • 4. Membangun ekosistem yang meyakinkan para korban bahwa mereka masih memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.

Jadi! Di balik semangat, keberanian, dan keindahan perlawanan kejahatan Predator Child Grooming, hal krusial berlanjut adalah  memulihkan martabat dan harapan korban. Sebab, perjuangan dan perlawanan terhadap Predator Child Grooming tidak lengkap jika hanya fokus pada kemarahan ke pelaku. Ada tugas moral yang lebih besar, yaitu memastikan bahwa tidak satu pun anak yang merasa "terbuang" atau "asing" setelah mereka mengalami penderitaan serta trauma.

Seseorang yang menjadi korban Predator Child Grooming telah kehilangan percayanya pada lingkungan sekitar. Jika masyarakat, menjauhi, mengucilkan, atau memandang mereka dengan tatapan iba yang merendahkan, maka sebenarnya sedang melanjutkan kejahatan yang dimulai oleh Predator. Anda, Saya, Siapa pun, harus berhenti menjadikan mereka "korban" selamanya dalam label sosial. 

Mereka adalah bunga-bunga yang sedang layu sebelum waktunya, namun tetap memiliki akar kuat agar kembali mekar jika mendapat air kasih sayang dan pupuk penerimaan. "Air Kasih Sayang dan Pupuk Penerimaan" tersebut menjadi jembatan pemulihan (walau tak pernah mencapai 100% keutuhan). Mereka (mantan korban Predator Child Grooming) sebisa mungkin harus pahami bahwa, 

  • Luka bukanlah aib. Kesalahan sepenuhnya ada pada pemangsa, bukan pada kesucian mereka.
  • Masih ada masa depan yang gilang gemilang. Satu bab gelap dalam hidup tidak menentukan seluruh isi buku hidup dan kehidupan.
  • Lingkungan dan masyarakat yang bermartabat adalah rumah aman dan menjadi tempat untuk semua berekspresi tanpa takut dan malu.

Mari satukan derap langkah, bukan hanya untuk mengusir kegelapan, tapi juga menyalakan lilin-lilin harapan di hati para mantan korban Predator Child Grooming. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian di sudut sepi. Rangkul mereka, ajaklah kembali ke lingkaran pergaulan, dan tunjukkan bahwa masih ada tanah yang menyembuhkan.

Hatimu bersuka cita dengan kebahagiaan (yang sulit dideskripsikan) karena perlawanan Anda dan Saya terhadap Predator Child Grooming berhasil melihat mantan korban tumbuh kembang menjadi pribadi tangguh, bahagia, dan berdaya. Mari buktikan bahwa kasih Anda dan Saya terhadap korban Predator Child Grooming melebihi trauma yang dialami; itulah kepedulian, dan harapan baru.

Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming
Watsap /Telpon  +62 81 81 26 858