Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Setiap Hari Satu Tulisan
At the tips of fingers that never tire of typing,
Messages are entrusted to the night wind.
Not merely words without meaning, but the heart's voice for the Beloved Country.
Though time carves lines upon the face,
The spirit does not wither, even when struck by exhaustion.
For life and living are a journey of giving,
For as long as breath is lent by the Divine.
Do not ask when I will stop out of weariness,
For as long as injustice continues its dance,
These old fingers shall never surrender.
One writing of hope each day,
For a future full of love, peace, joy, and prosperity,
Equality, mutual respect, tolerance, and social justice.
Di ujung jari yang tak lelah mengetik,
Pesan dititipkan ke angin malam.
Bukan sekadar kata tanpa makna, tapi suara hati tentang Negeri Tercinta.
Walau waktu memahat garis di wajah,
namun semangat tak layu dipukul lelah.
Karena hidup dan kehidupan adalah perjalanan memberi, selama napas dipinjamkan Sang Ilahi..
Jangan tanya saatnya ku berhenti karena kelelahan, karena selama ketidakadilan masih menari-nari; jari-jari tua ini tak khan menyerah.
Sehari satu tulisan pengharapan, untuk masa depan penuh cinta, perdamaian, sukacita, sejahtera,
kesetaraan, saling menghormati, dan toleransi, dan keadilan sosial.
One writing of hope each day,
For a future full of love, peace, joy, and prosperity,
Equality, mutual respect, tolerance, and social justice.
One writing of hope each day,
For a future full of love, peace, joy, and prosperity,
Equality, mutual respect, tolerance, and social justice.
Pemegang Hak Cipta (Vocal, Musik, Video, Lyrics) Opa Jappy, WA +62 81 81 26 858
Menyambung ke Yang Tak Mengerti
Tangkapan Layar di atas, merupakan "kerja sistem" di Kompasiana; sehingga Video (tulisan pendek) mencapai puncak populer; tulisan dan video kemarin, membiarkan atau jadwalkan agar sistem publikasi pada pagi hari. Jelas!? Perhatikan, naik puncak populer tanpa Label dari Admin Kompasiana (jadi jangan risau).
Mengapa cepat mencapai puncak populer? Pastinya karena Video dan Esai berkualitas serta memiliki Estetika, dan nurut "Tren Pembaca" yang beralih ke bacaan pendek serta nonton video. Jadi, tak perlu iri, dengki, apalagi mencaci di Kolom Komentar.


Mencapai Puncak Populer di fitur, paling ku sukai, karena info terkini tentang publikasi yang dibaca/dilihat; durasi sekitar 5 jam. Juga, dari ribuan, mungkin ratusan ribu, penulis dan konten kreator di Kompasiana, hanya sedikit yang karyanya mencapai Posisi Terpopuler.
Jika video atau Esai Digital dari Saya mencapai puncak, walau tak ada label dari Admin Kompasiana, itu karena pembaca, penonton, kerja sistem, plus karya berkualitas. Jadi, bukan rekayasa, apalagi nyogok admin; okeh sebab itu tak perlu iri tak jelas.
Opa Jappy | Pro Life Indonesia